28 July 2005

Bersatu dan Bercerai Karena Cinta

Tamara, figure wanita cantik, terlihat penyayang, pintar, sukses, dan rajin sekali mendawamkan kalimat Allah. Kemudian suaminya, Rafli, figure lelaki nyaris sempurna, selain ganteng, mapan, juga secara kasat mata suami yang baik. Pasangan luar biasa itu dikabarkan akan segera mengakhiri rumah tangga sakinahnya karena CINTA. Tamara mengatakan ‘saat dia menikah dan kini berpisah semua karena cinta’
Djenar Maesa Ayu, penulis kontroversial ala Indonesia dan suami akhirnya juga bercerai, mantan suaminya mengatakan ‘kami berpisah karena cinta’
Tidak mengherankan jika KITA BERSATU KARENA CINTA tapi jika BERPISAH KARENA CINTA, Apalah itu? Tanya beberapa sahabat saya yang sangat kritis mengamati perkembangan gossip di infotainment.
Saya pernah mengalami hal tersebut, bahkan beberapa orang sahabat mengalami hal itu. Berpisah dengan orang yang kita cintai. Bukan karena orang ketika, bukan karena konflik berkepanjangan, bukan pula karena tidak saling mencintai lagi, Tapi itu dilakukan justru karena cinta.
Cinta, Ya, Cinta…sebuah masalah hidup yang menyenangkan walau kadang menyakitkan. Semua orang tidak dapat mengartikan cinta secara spesifik, namun mampu bermain-main dengan cinta secara professional.
“Saya cinta kamu.” Tapi alangkah lebih baik jika “Kita berpisah” Bayangkan jika hal itu harus anda ungkapkan pada pasangan anda. Saya mengalaminya dan kita punya alasan melakukannya.
Benar memang, Cinta tidak selalu harus memiliki, apalagi jika saya tak mampu menjadi yang terbaik baginya dan saya sangat bahagia jika orang yang saya cintai bahagia, walau harus bersama orang lain.

No comments: