28 July 2005

Jangan Pernah menyerah pada hidup..!

Iin yang tidak pernah menyerah..
Demikian kalimat pembuka dari seorang sahabat yang dikirimkan melalui email. Membaca kalimat itu saya tersenyum malu…malu sekali. Benarkah saya tak pernah menyerah dalam hidup?
Cita-cita saya sejak SD ingin menjadi seorang arsitek (selain menjadi penulis). Berbekal keinginan saya rajin belajar dan mempelajari pelajaran hitung-hitungan. Gawat, walau sejak SD saya selalu ada di peringkat 5 terbaik tapi pelajaran berhitung nilainya paling ambrol. SMP, saya lebih gawat lagi. Prestasi menurut drastis, apalagi ya itu, hitung menghitung. Padahal berbagai les saya ikuti. Entah kenapa otak tak bisa diajak kompromi!? SMA, gawat banget. Bakat menulis malah menonjol, tapi berhitung makin tak terkendali gawatnya. Akhirnya boro-boro masuk kelas IPA, dapet nilai 6 di raport untuk pelajaran exact aja udah syukur. Ya, saya akhirnya menyerah jadi seorang arsitek dan membelokkan keinginan benar-benar menjadi seorang penulis. Sekarang, saya masih ngiler dengan teman-teman yang kuliah di Arsitektur. Saya bisa dibilang menyerah nggak ya kalau begitu?
Menjadi penulis?memangnya saya mampu menjadi seorang penulis? Tahun 2000 saya diwawancara oleh seorang wartawan dari harian Galamedia, Bandung. Ditanya mengenai cita-cita, saya mengatakan saya ingin menjadi penulis professional. Tapi bisakah saya menjadi penulis professional? Saya tidak tahu dan belum tahu. Tapi saat saya melihat kembali hasil wawancara tersebut (kebetulan saya kliping hasilnya), saya termotivasi untuk mewujudkannya. Walau hingga kini saya hanya menjalani sebagai salah satu profesi dan berusaha produktif menciptakan karya.
Dulu, sebelum saya berhasil menerbitkan buku. Saya selalu saja dikecewakan karena tulisan-tulisan saya seringkali ditolak media massa bahkan novel “Gendut, Siapa Takut?” pernah pula ditolak penerbit besar.
Sakit hati, seringkali kecewa, dan kadang timbul keinginan “menyerah” pernah saya alami TAPI bersyukur walau karir saya di bidang menulis belum signifikan membanggakan, namun peluang pencapaian masih terbuka lebar.
Semoga saya tidak akan pernah menyerah!

No comments: