Kebangkrutan Menjadi Awal Pembelajaran Kami

Jika memang tidak siap menghadapi pahitnya berbisnis maka berhentilah berbisnis dari sekarang, tapi jika siap menghadapinya maka siapkan diri menemukan masalah di setiap jengkalnya dan ternyata itu akan menyehatkan mental pebisnis (Indari Mastuti)
-
-
Memulai bisnis di usia 27 tahun dan bisnis yang melesat bak meteor sempat membuat saya lupa diri
Segala pengen dimiliki...
Segala pengen dibeli...
Segala pengen dijadiin hak milik...
Seolah bisnis tidak akan mengalami masa sulit hingga masa sulit itu akhirnya datang!
Baru 3 tahun merasakan manisnya berbisnis dengan omzet yang fantastis di usia muda, tiba-tiba bisnis oleng nggak jelas
Omzet turun drastis...
Karyawan berantakan...
Kehilangan banyak aset...
Utang dimana-mana...
Sedih? ah banget!
Yang biasanya bisa membeli segalanya tiba-tiba kehilangan segalanya
Kecewa? Pasti!
Yang biasanya megang uang banyak tiba-tiba utang menggunung
Stress? Iyalaaah, manusiawi banget!
Usia 27 tahun bergelimang segalanya
Memasuki 30 tahun kehilangan segalanya
Beruntung, saat itu ada genggaman hangat yang selalu menguatkan yaitu partner sekaligus suami saya
Sedih, kecewa, dan stress tidak terlalu lama hinggap di hati
Bangkit...
Lari kembali...
Kejatuhan bisnis di usia yang sangat muda ternyata telah membuat saya belajar banyak
Belajar lebih banyak tentang bisnis, pastinya
Bagaimana menjadi leader yang bener
Bagaimana mengatur keuangan dengan tepat
Bagaimana mengatur perusahaan dengan baik
Ya, bagaimanapun juga ketika perusahaan buruk maka yang memanajemeninyalah yang buruk
Tidak ada bisnis yang salah selain ownernya yang salah
Saya belajar banyak!
Dan saya semakin semangat belajar...
Masih ingat dalam kondisi minus, saya harus bolak balik Bandung Jakarta untuk belajar bisnis
Keringet bercucuran...
Naik bajay dengan semprotan asap langsung ke idung...
Ngojeg hingga jilbab berantakan...
dan kemana-mana bawa bayik kecil yaitu Ammar
Ammar adalah bayi yang sejak dikandung, dilahirkan, hingga memiliki masa batita yang prihatin tapi Ammar tumbuh menjadi anak yang kuat hingga saat ini
Lincah..
Energik...
Penuh ide...
Bisnis membuat saya belajar bukan hanya tentang bisnis itu sendiri tapi juga tentang manajemen hati
Manajemen hati agar saat kondisi bisnis baik tidak bahagia berlebihan dan saat kondisi buruk tidak sedih berlebihan
Saya semakin percaya kejatuhan bisnis di awal adalah benar-benar kesalahan kami, saya dan suami
Mudah tergiur pada kesuksesan sesaat sehingga melupakan hal yang lebih wajib kami lakukan
Mudah terjerumus pada hedonisme lalu kemudian merugikan kami di masa depan
Kami belajar banyak pada kejatuhan bisnis kami di masa itu
Dan di masa sekarang, kami lebih hati-hati dalam melangkah
Sekali lagi sebab: bukan bisnisnya yang salah, tapi ownernya yang salah
Kini, 12 tahun sudah bisnis kami geluti bersama
Dari sebuah agensi naskah yang menyuplay beragam kebutuhan naskah penerbit, kini bergerak ke arah bisnis lainnya, dan dalam berbagai kondisi naik dan turun bisnis alhamdulillah kami telah belajar banyak bahwa KESEDERHANAAN SELALU MENYELAMATKAN
Kami tak lagi haus dengan keinginan membeli ini dan itu
kami pun sudah membebaskan diri dari belitan riba
Kami menikmati setiap jengkal bisnis sebagai satu KESATUAN MANFAAT bukan lagi untuk diri kami sendiri tapi seluas-luasnya orang merasakan manfaat bisnis kami
Semoga pengalaman bangkrut itu menyelamatkan langkah kami terus hingga jangka panjang
Semoga Allah senantiasa memberikan berkah pada setiap langkah
Amiin ya Allah


No comments:

Post a Comment