31 October 2017

Pesona Naura Alaydrus, si Bayi Perempuan Mungil yang Sudah Berhijab

Pesona Naura Alaydrus, si Bayi Perempuan Mungil yang Sudah Berhijab
-
-
Viral pemberitaan di berbagai media sosial tentang seorang bayi perempuan nan menggemaskan. Bayi perempuan cantik ini adalah Naura Alaydrus yang mencuri perhatian warganet dengan tampilannya yang menggunakan hijab bersama sang ibu Desy Herlinawati. Bayi yang baru berusia 1 tahun tersebut kini telah banyak menerima endorse karena ketenarannya.
Sungguh menyenangkan mata kala menatap seorang anak perempuan telah belajar memantaskan dirinya untuk menuju surganya Allah swt dengan menutupi auratnya. Hal ini tentu tidak lepas dari peran aktif sang ibu sebagai madrasatul ula, yakni madrasah pertama si anak.
Proses imitasi atau meniru sangat lekat dibangun ketika ibu dan anak perempuannya mendapatkan proses pendekatan emosi yang sangat baik. Misalnya Naura dan ibunya, dan banyak lagi Naura lainnya di luaran sana.
Tentulah semua orangtua, menginginkan anak yang sholehah/sholeh. Namun doa dan cita-cita tidak hanya terbatas pada angan saja. Harus dengan perwujudan usaha seduni mungkin. Sebab, bisa alah karena biasa. Demikian pepatah lama mengatakan. Bahwa perihal menutup aurat berasal dari kebiasaan sehari-hari. Kebiasaan bila dalam ilmu antropologi, bila sudah ada kesepakatan antara komunitas terkecel (keluarga) maka bukan tidak mungki akan menjadi tradisi.
Bukankah kita senang memandang gadis kecil kita dengan kerudung mungil yang menari-nari indah diatas kepalanya?
**
Lagi, kasus anak bunuh diri akibat masalah ‘sepele’
-
-
Namanya Fatimah, usia 20 tahun berasal dari Sulawesi Selatan. Gadis berkerudung ini nekat mengakhiri hidupnya dengan cara meminum racun rumput. Jasadnya sempat dilarikan pihak keluarga ke rumah sakit terdekat, namun ajal telah siap menjemput gadis malang tersebut.
Menurut beberapa sumber, alasan kuat Fatimah bunuh diri lantaran dilarang orangtuanya mengikuti Tarian Dero di malam pesta pernikahan di kampung halamannya. Tarian Dero selalu digelar sebagai rasa suka cita yang didominasi oleh remaja belasan tahun secara berkelompok.
Apapun alasannya, bunuh diri tetap merupakan seuah tindakan yang melanggar aturan hukum dan agama.
Sedemikian sulitkah sekarang ini remaja kita dikendalikan oleh orangtua?
Sedemikian kuatkah pengaruh globalisasi terhadap mental anak dan remaja?
Kasus bunuh diri dikalangan anak dan remaja semakin meningkat. Dan ini tentu saja menjadi pekerjaan rumah kita bersama, para orangtua.
Jiwa dan mental para anak-anak dan remaja kita sangat rentan dan labil. Pendidikan karakter yang dahulu pernah kita dapatkan di bangku sekolah dan madrasah, kini nyaris tanpa sisa.
Mari para orangtua, kita rapatkan barisan guna menolong sesegera mungkin terhadap krisis mental yang semakin banyak diidap para remaja saat ini. Bentengi diri mereka dengan bekal ilmu agama dan menerapkan pola asuh yang tepat dalam keluarga. Semoga masih ada waktu memperbaiki segalanya.
**
Generasi Mecin yang Patut diwaspadai
-
-
Sebutan generasi mecin sangat populer di kalangan warganet akhir-akhir ini. Seperti yang kita ketahui bahwa mecin atau MSG merupakan penyedap makanan yang telah umum digunakan di seluruh dunia. Bahkan MSG telah diklaim sebagai bumbu dasar selain garam dan merica.
Namun, kita tentu sepaham bahwa mengonsumsi mecin secara berlebihan akan sangat membahayakan kesehatan kita.
Lantas apa saja kerusakan yang akan ditimbulkan bila terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung mecin atau MSG?
1.  Kerusakan otak atau deregerasi otak dan sel-sel sistem saraf. Memang benar bila makanan dan minuman yang mengandung MSG diterima otak sebagai makanan yang sangat lezat. Itulah sebabnya otak kita selalu berhasrat dan mengaih kembali asupan MSG tersebut. Sementara overstimulasi otak dapat menyebabkan kelelahan dan kematian pada sel otak. Pada akhirnya membuat kerja otak menjadi lemot dan lamban.
2.     Obesitas atau kegemukan. Kandungan MSG sangat efektif merangsang pikiran untuk kecanduan rasa, maka secara tidak langsung kita akan selalu menginginkan mengonsumsi makanan yang kaya akan MSG.
3.     MSG menjadi salah satu pencetus anak terlahir dengan kondisi ADD dan ADHD atau bahasa sehari-harinya ialah anak yang hiperaktif.
Nah, tentu Anda tidak ingin terkontaminasi pada ‘generasi mecin’ bukan? Solusinya adalah selalu mengonsumsi makanan sehat yang disediakan di rumah. Atau bila tidak sempat memasak sendiri, datang saja ke Kedai 7K yang menyediakan makanan rumahan, TANPA MECIN...
Sehat itu mudah kok, asal mau.
Yuk kunjungi Kedai 7K yaa, klik link berikut ini

No comments: