06 September 2017

Semua Karena Allah



EH INDARI MAH KAYAKNYA BAHAGIA TERUS, begitu banyak ibu yang mengatakan hal ini pada saya.

Bu, kalau saya tidak pernah mengeluh, bukan berarti saya tidak punya masalah.
Bu, kalau saya selalu tertawa, bukan berarti saya tak pernah menangis.
Bu, kalau saya selalu bahagia, itu karena saya memilih bahagia bukan karena berkelimpahan dalam banyak hal.

Saya punya masalah, pernah menangis, namun pantang untuk mengeluh KARENA saya memilih bahagia dalam beragam kondisi.
Pernah bangkrut di bisnis tak membuat semangat saya ikut bangkrut.
Pernah berutang banyak tak membuat saya lemah.
Pernah kehilangan banyak hal, jangan sampai membuat saya kehilangan keharmonisan keluarga.
Saya sama kok seperti yang lainnya, ada kurang ada lebih, ada suka ada duka, tapi pilihan saya TETAP BAHAGIA.

Mencari SOLUSI jauh lebih mudah saat kita tidak mengizinkan rasa sakit di hati kita bersarang lebih lama...
Mencari SOLUSI jauh lebih mudah saat kita tidak mengizinkan masalah membuat kita kalah...
Saya memilih bahagia, Anda?
Jangan cari alasan untuk bahagia, berbahagia saja....

Bahagia itu sederhana alias simple dan SAYA ITU SIMPLE orangnya, kalau mikirin apapun nggak pake ribet.

Lagi ada masalah, serahkan sama Allah.
Lagi kecewa, mikirin yang bikin bahagia saja.
Lagi sedih, makan bakso pedas sampe perut pedih wkwkwk *akhirnya jadi mikir perut daaah haha.
Saking simplenya membuat INOVASIpun nggak pernah aneh-aneh, yang penting cuman satu kata LAWAN ARUS saja.

“Ah, Teteh, bukannya jualan Teteh mah selalu laku?” ujar seorang perempuan.

Alhamdulillah,
Desain pertama laku 700 set dalam 8 hari
Desain kedua laku 700 set dalam 2 hari

Iya, jika INOVASI-INOVASI yang saya lakukan dalam bisnis saya direspon pasar, semata-mata karena Allah yang mengizinkan...

Saya percaya, Bisnis itu ada di satu titik akhir: SEMUA ATAS IZIN ALLAH dan HANYA UNTUK MENCAPAI RIDHO ALLAH

Ya Allah, limpahilah perempuan dengan IDE sehingga tak mudah menyerah pada setiap masalah, dan senantiasa berbisnis untuk mencapai ridhoMu.  Aamiin YRA.

No comments: