03 August 2017

NAK, SEANDAINYA ORANGTUAMU...



Nak, karena ibu dan ayahmu sayang padamu.
Nak, karena engkaulah titipanNya untuk orangtuamu ini.
Dan engkau tak bisa memilih dilahirkan dari ibu yang mana dan keluarga yang mana.
MAKA, izinkan orangtuamu mengandai-ngandai siapa orangtuamu ini.

Nak, jika...
Jika engkau dilahirkan di keluarga politikus, mohon ajarkan orangtuamu berpolitik dengan bersih dan tidak merugikan siapapun yang memilih orangtuamu jadi pemimpin masyarakat.
Jika engkau dilahirkan di keluarga abdi negara, mohon ingatkan orangtuamu untuk benar-benar mengabdi pada negara, masyarakat, bukan untuk mengeruk keuntungan dan menjadikannya keuntungan pribadi, keluarga, dan orang terdekat.
Jika engkau dilahirkan di keluarga artis, mohon bangunkan orangtuamu yang lalai dan sombong karena ketenaran dan kemudahan mencari rezeki.
Jika engkau dilahirkan di keluarga dokter, katakan pada kami, orangtuamu agar ikhlas mengobati siapapun tanpa ada keinginan mengeruk keuntungan.
Jika engkau dilahirkan di keluarga guru, mohon dampingi orangtuamu agar sabar dan tidak mudah mengeluh pada kondisi baik dan buruk saat mendidik generasi penerus bangsa yang semakin teracuni virus negatif saat ini.
Jika engkau dilahirkan di keluarga terpelajar, mohon bantu orangtuamu untuk mendidik lebih banyak orang, bukan menyombongkan ilmu dan merasa paling benar.
Jika engkau dilahirkan di keluarga yang rezekinya berlimpah, ingatkan orangtuamu untuk tetap sederhana dan memberikan sedekah untuk orang yang membutuhkan.
Jika engkau dilahirkan di keluarga pemimpin umat, mohon dampingi orangtuamu ini yang hanya manusia biasa, khawatir orangtuamu terjerumus pada sikap merasa benar sehingga tak mau dikritik umat.
Jika engkau dilahirkan di keluarga yang miskin, mohon ingatkan orangtuamu untuk tetap bersyukur, menikmati hidup yang ada, dan menjaga keluarga dari putus asa.
Jika engkau dilahirkan di keluarga yang gagal, bantulah orangtuamu untuk menyakini bahwa masih masa depan yang bisa diraih dengan penuh prestasi dan keberuntungan, kami tak ingin terjerembab dan putus asa karena kegagalan, ada kamu yang akan mengingatkan kami.

Nak, kita tak bisa memilih akan dilahirkan dimana dan di keluarga mana.
TAPI kita punya tugas saling MENGUATKAN dan MENGHEBATKAN bukan hanya orangtua dan anak, tapi juga manusia di sekeliling kita.

Nak, orangtuamu bukan TUHAN, mereka manusia biasa yang bisa SALAH, GAGAL, PUTUS ASA, INGIN MENYERAH, maka bantulah kami, Nak.

Anak-anak dan orangtua adalah hubungan yang tidak terputus meski kematian sudah menjemput kita.
Tidak di dunia, di akhirat semoga kita bersama.
Tentu, bersama di surga, Nak.

Dan, jika SURGA yang kita inginkan untuk masa setelah kehidupan di dunia, MARI NAK, BANTU ORANGTUAMU UNTUK LEBIH BAIK DALAM MELANGKAH BERSAMA DENGANMU TENTU SAJA.

Untuk anak-anakku dimanapun berada, KRITISLAH pada orangtuamu, sebab orangtua pun membutuhkan BANTUANMU dan bisa BELAJAR DARIMU.

Salam penuh cinta dari ibumu...

No comments: