10 July 2017

IBU dan BAPAK, JANGAN MENYERAH! (Ketika orangtua menyerah mengarahkan anak menuju kebaikan)



Tidak ada anak-anak sempurna di dunia ini, seperti halnya tidak ada orangtua yang sempurna. 

Hanya Allah saja yang sempurna MESKI kita hidup dalam kondisi tidak sempurna, bukan berarti kita tidak berjuang untuk terus menyempurnakan diri, anak-anak, dan keluarga kita.

Masa lalu biarlah menjadi masa lalu, FOKUS kita tetap menyongsong masa depan lebih baik.

Kita semua memiliki kesalahan tapi tidak selamanya berbuat salah.
Kita semua memiliki kegagalan tapi tidak selamanya akan gagal.
Kita semua pernah menjadi orangtua yang tak sabar mendampingi anak tapi kita pupuk terus rasa sabar dalam mendidik mereka.

Saya pernah merasa sedih, saat anak membantah.
Saya pernah merasa menyesal, saat anak tidak dekat dengan saya *lebih dekat ke suami.
Saya pernah merasa gagal, saat melihat anak sakit karena keteledoran saya.
Tapi, saya TIDAK MAU MENYERAH untuk mendidik, memperbaiki, dan terus menyempurnakan pola asuh untuk anak-anak saya.

"BISA JADI kenakalan anak-anak terjadi karena orangtuanya menyerah mendidik dan akhirnya terjadi pembiaran pada anak" ujar suami saya.
"Oh ya? bisa seperti itu?" tanya saya.
"Ini hanya satu dari sekian kemungkinan, tapi satu kemungkinan inilah yang harus kita minimalisir. Contoh kongkritnya adalah ketika anak bandel orangtua merasa itu dimaklumi saja karena masih anak-anak nanti juga akan berubah seiring waktu padahal tidak, anak berubah lebih baik karena didampingi untuk berubah. Bisa juga saking nakalnya anak, orangtua akhirnya bilang 'ya sudahlah gimana dia maunya apa, capeeek'" jawab suami

SATU DARI SEKIAN KEMUNGKINAN yang bisa saja terjadi, namun inilah yang membuat saya akhirnya tak lelah berkata pada anak.

NAK, KAMU PASTI BISA! meski beberapa kali dia gagal.
NAK, KAMU ANAK SHOLEH! meski kerapkali menjengkelkan.
NAK, AYO BERUBAH LEBIH BAIK! meski beberapa kali melakukan kesalahan yang sama.
NAK, KAMU KUAT! meski si anak menangis setiap ada masala.
NAK, INI JALAN YANG BENAR! meski kadang dia masih tetap berpikir jalan benar adalah versinya.

ANAK-ANAK, REMAJA, bahkan ORANGTUA melakukan kesalahan di masa lalu, biarlah itu terjadi, TUGAS SELANJUTNYA adalah bagaimana kita sebagai orangtua terus menyempurnakan pola asuh dalam mendidik anak, membuat anak dan remaja kita tidak melakukan hal yang sama di masa depan.

JANGAN HAKIMI anak, juga jangan HAKIMI DIRI KITA, sebab Allah sudah menjanjikan MASA DEPAN lebih baik untuk semua manusia jika mereka berusaha dan pantang menyerah memperbaiki hidupnya.

Jangan katakan anak yang pernah mencuri, akan selamanya mencuri.
Jangan katakan anak yang berbohong, akan selamanya berbohong.
Jangan katakan anak yang menyebalkan, akan selamanya menyebalkan.
Jangan katakan anak yang kasar, akan selamanya kasar.
Jangan katakan anak yang dianggap melangkah ke arah yang salah, akan selamanya salah.

ANAK-ANAK dan REMAJA kita butuh kita, ORANGTUANYA.

Ibu dan Bapak, JANGAN MENYERAH! Mari kita terus semangat membuat anak-anak kita memiliki masa depan yang GEMILANG apapun kesalahannya di masa lalu.

DETIK INI JUGA, rangkul mereka dan katakan Anda adalah satu-satunya orang yang PERCAYA bahwa masa depan mereka akan BERSINAR seperti matahari hingga akhirnya semua orang merasakan kehangatannya.

JANGAN MENYERAH, karena ketika Anda menyerah maka...
Anak-anak akan menjauh...
Anak-anak akan limbung...
Anak-anak akan tersesat...
Anak-anak akan bersedih...
Anak-anak akan bertumbuh di bawah rangkulan keburukan...

Naudzubillah...
Anakmu, anakku, anak kita semua
Anak kita bukan hanya anak yang lahir dari rahim kita, tapi semua anak yang ada di sekeliling kita.

No comments: