21 June 2017

Selamatkan Anak Meski Hanya SATU



Saat ini Sekolah Gratis sudah memiliki 15 kelompok anak dan sudah mulai diberlakukan jadwal mengajar, jadwal piket, dan jadwal lain yang membuat anak-anak yang hampir mencapai 100 anak untuk lebih terbangun leadershipnya, good characternya, hingga kreativitasnya.

"Kebaikan itu CANDU" ini yang akan dirasakan anak-anak di Sekolah Gratis, KETAGIHAN BERBUAT BAIK.

Ya setiap anak harus ketagihan berbuat baik.  Saya jadi teringat saat suami saya memperlihatkan berita tiga anak yang menjadi pembobol sebuah mobil dan membunuh dua penumpangnya. Sedih dan terluka sekali hati kami.

Anak-anak yang tersebar di berbagai kota, desa, pelosok membutuhkan rangkulan kita semua. Tidak cukup hanya berdo'a untuk mereka. Aksi nyata dari para orangtua harus segera dilakukan. Ini DARURAT!

Di lain waktu, saya kedatangan adik ipar yang menyisakan sedih dengan cerita, "tiga anak kakak beradik ditinggal orangtua, ketiganya dalam kondisi memprihatinkan, baju yang minim, kadang tidur di tanah karena nggak mau masuk rumah sejak orangtuanya pergi meninggalkan mereka."

Jantung saya berdegup kencang...
Pipi menghangat....
Terbayangkan kesedihan ketiga anak itu, dan itu adalah kesedihan yang menyayat hati saya. "Tolong perhatikan makannya, bajunya, tidurnya, berikan perhatian untuk mereka" saya menitipkan ketiga anak itu pada adik ipar dan membekali dengan uang untuk dibelanjakan bagi ketiga anak itu. 

Adik ipar saya mengangguk.
"Tolong telp teteh kalau ada kebutuhan buat tiga anak itu," pesan saya.
Nafas saya lebih lega melihat adik ipar menunjukkan kepedulian dan siap jadi ibu yang akan mengawasi ketiga anak itu. 

Tangan saya hanya dua dengan begitu luasnya persoalan pada anak-anak di berbagai lokasi.
Saya titipkan anak-anak untuk dijaga oleh semua Ibu, mereka anak-anak kita juga, meski tak terlahir dari rahim kita. 

Lihatlah sekeliling Anda, Bu... Adakah anak yang membutuhkan kehangatan, kepedulian, dan kasih sayang kita? mari kita rapatkan barisan untuk anak-anak Indonesia....

Saya mengajak semua orang berperan untuk ikut terlibat dalam penyelamatan anak, meski hanya SANGGUP satu ANAK tak apa, yang penting kita ikut membangun masa depan anak anak lebih POSITIF.  Tanamkan KENANGAN BAIK untuk anak agar mampu menciptakan masa depan lebih baik

Anak sedang mendesain masa depannya dengan melihat role modelnya saat ini. Maukah Ibu dan Bapak berperan menjadi role model positifnya? Bismillah....

No comments: