21 June 2017

Sekolah Gratis untuk Masa Depan Anak-Anak Indonesia



Di blog ini saya sering menceritakan tentang kesukaan Nanit mengajar teman-temannya. Saya sebagai orangtua awalnya hanya melihat saja setiap gerakan yang dilakukan oleh Nanit.  Hingga tiga tahun berlalu dan Nanit makin serius dengan Sekolah Gratisnya. 

Kini, saya mendukung penuh SEKOLAH GRATIS dan siap jadi Kepala Sekolah sesuai intruksi sang founder.  Ibu dan anak bisa sejalan dalam melakukan aktivitas sosial, bukan? 

Memang tidak mudah mengawal puluhan hingga 100 orang anak dalam sekali pertemuan dan ini setiap hari. TAPI, tawa mereka membuat saya dan Nanit BAHAGIA luar biasa.

Tahukah apa yang paling disukai anak-anak di Sekolah Gratis? Kegiatan MEMOTONG KUKU.  Kegiatan yang sederhana bukan?  MEMOTONG KUKU adalah aktivitas setiap hari Jum'at di Sekolah Gratis. Kak Chika Ananda mengajarkan anak-anak tata cara memotong kuku yang benar, termasuk sunah potong kuku yang dilakukan setiap hari Jum'at.

Suatu hari kami juga membuat kartu lebaran dipandu Kak Mutya. Ya, kedatangan demi kedatangan guru baru di Sekolah Gratis membuat haru yang menyeruak di dada. Untuk membesarkan dan menyebarkan manfaat Sekolah Gratis, banyak ibu peduli, banyak pemudi peduli, bahkan banyak tetangga peduli.

INSYA ALLAH sehabis libur, Sekolah Gratis akan menyelenggarakan kelas MENJAHIT untuk anak-anak setiap hari Minggu...

Sekolah Gratis ini berpusat di Bandung dan kini tersebar di 14 titik di Indonesia.
Tidak cukup hanya 14, kami bertekad lebih banyak Sekolah Gratis didirikan karena bentuk kasih sayang, kepedulian, dan cinta...

Alhamdulillah, tanggapan dari orang tua siswa-siswa Sekolah Gratis juga sangat positif.
"ANAK SAYA menurut psikolognya sedang mengalami fase kebosanan yang sangat tinggi, tapi setelah di Sekolah Gratis saya melihat SEMANGATNYA BERTUMBUH dengan baik, dia terlihat lebih ceria, kreatif, dan lincah sekali." ujar seorang ibu dari siswa di Sekolah Gratis.

Senangnya, mendengarkan para ibu memberikan pandangan mata tentang anak-anak mereka setelah mengikuti Sekolah Gratis membuat saya semakin semangat untuk terus bertumbuh dengan anak-anak dan juga orangtua mereka.

"Kita harus bekerjasama ya, Bu. Sukses pendidikan anak itu bukan hanya karena di Sekolah dimana, tapi juga peran orangtuanya di rumah." ujar saya dalam sesi akhir Parenting Class suatu hari.

“TEH, SAYA INGIN MENDIRIKAN SEKOLAH GRATIS tapi tidak memiliki fasilitas apa-apa”, ujar seseorang.

Sekolah Gratis bisa dimulai dengan ILMU yang dimiliki, bukan dengan FASILITAS yang belum dimiliki.

Terimakasih Sekolah Gratis haturkan pada semua pihak yang peduli masa depan anak-anak Indonesia...

No comments: