27 December 2016

Anakku NULIS BUKU!



Kenapa Memang dengan MENERBITKAN BUKU SENDIRI?

Pertama menulis buku tentu senang sekali bisa tembus ke penerbit mayor, tapiiiii tahun 2004 saya menulis buku dan memasukkan ke dua penerbit sekaligus dan penerbit kecil dengan sistem bagi hasil berhasil memikat saya, sampai akhirnya saya menolak sebuah penerbit mayor yang besar *bagi saya ini pengalaman pertama!

Tahun 2005 saya mulai masuk penerbit besar dan tidak tanggung 3 naskah buku saya diACC!
Waktu bergulir dengan cepat, saya menerbitkan di satu penerbit ke penerbit lain hingga 61 judul buku.

Di buku ke-62 inilah saya melakukan pengubahan pola BACK TO BASIC___ saya menerbitkan buku secara MANDIRI. Tentu saja tidak main-main dalam investasi saat ini: saya butuh modal besar melakukannya.

Butuh team yang kuat mulai dari editor, layouter, hingga sales yang akan mendistribusikannya.
Tidak ada salahnya bukan mencoba hal baru? EXPLORE DIRI ITU PENTING!
Untuk Anda yang ingin mulai menerbitkan buku secara mandiri pastikan hal ini:
1. Naskah yang sudah siap dan matang dengan tema buku yang 'berbeda'
2. Siapkan editor untuk mengedit naskah Anda
3. Siapkan layouter dan desainer yang keren agar hasil layout dan desain tidak asal-asalan
4. Proof beberapa kali dengan harapan tidak ada yang terlewat dalam proses editing hingga akhirnya siap cetak
5. Siapkan jaringan pemasaran yang keren
6. Yang jelas: Siapkan BIAYA CETAK sehingga proses cetak berjalan lancar

Siap menerbitkan buku secara mandiri?
Ya, mandiri.  Karena tidak ada yang salah menulis buku dan menerbitkannya secara INDIE
Ini dilakukan juga oleh Nanit, si sulung berusia 7 tahun melaunching buku pertamanya dan memberikannya pada teman-teman sekolahnya saat milad ke-7.
Sekarang usianya sudah 8 dan buku ini kembali diterbitkan, kali ini oleh BITREAD, sebuah industri buku kekinian yang sangat support pada karya perempuan *dan mulai melirik karya anak
Nanit senang menulis dan saya sebagai ibu hanya menyalurkan bakatnya ini.
Apakah dia ingin jadi PENULIS? Tidak, dia ingin jadi GURU dan Dokter namun kata Nanit, "Guru dan Dokter juga harus pintar menulis"
Sepertinya tiga cita-cita ini bisa dikolaborasikan seperti ini. Dia akan menjadi Dokter yang kelak mengajar para calon dokter serta menyebarkan ilmu melalui TULISANnya
Selamat Nanit!

No comments: