20 June 2016

Nunggu Bedug dengan Menulis



Daripada hanya duduk-duduk menunggu bedug, mengapa tidak menulis saja?
 “Aku suka menulis, tapi ini kan bulan puasa, nanti deh diterusin kalau sudah mood lagi”, Ungkap beberapa orang ketika ditanya seputar menulis di bulan Ramadhan.
Memang sebagian orang ada yang menganggap bulan Ramadhan membuat pergerakan diri sedikit berkurang.  Aktivitas sehari-hari cenderung dijalani dengan sedikit kelonggaran agar badan tidak cepat ambruk.  Ya, wajar saja, tanpa ada asupan yang masuk selama berpuasa sudah pasti membuat  tubuh lebih lemah, sementara porsi kerja akan sama dengan hari-hari biasanya.
Namun, jangan jadikan aktivitas berpuasa menurunkan produktivitas Anda sebagai penulis.  Menjadikan diri Anda tetap produktif menulis selama Ramadhan merupakan tantangan tersendiri dalam menjalani ibadah di bulan suci ini.
Menulis tak pernah mengenal waktu, harus dilakukan kapanpun dan dimanapun.   Manfaatkan detik-detik berharga selama bulan Ramadhan untuk menulis.  Tanpa ada seribu alasan. Karena orang yang sukses itu hanya butuh TEKAD bukan alasan. Begitu juga dengan penulis, tak ada alasan karena sedang berpuasa atau belum ada mood.
Yang dibutuhkan penulis adalah kemauan untuk menulis kapanpun bisa.
Tak perlu menunggu ide, tak usah menanti mood, tak usah menunggu buka puasa, apalagi menunggu Ramadhan berlalu.
Luangkan waktu untuk menulis selama bulan puasa ini.  Mood itu bukan ditunggu tapi dibangun. Sampai kapan kita menunggu mood itu datang? Akhirnya waktu akan sia-sia tanpa karya namun mood itu tak pernah tiba.
Tak ada jurus ampuh atau trik jitu dalam menulis. Kita hanya perlu berlatih dan banyak membaca untuk menghasilkan sebuah tulisan yang layak dibaca. Kegiatan membaca dan menulis di bulan puasa harusnya dijalani dengan lebih fokus dan mengalir.   Waktu menuju berbuka akan terasa cepat apabila diisi dengan membaca dan menulis.
Manfaatkanlah waktu menunggu beduk untuk menulis. Bagaimanapun juga keberhasilan seseorang diawali dengan langkah kecil namun dilakukan dengan penuh konsisten. Jangan pernah menyia-nyiakan bulan yang penuh dengan keajaiban ini.  Tetaplah konsisten untuk terus menulis.

No comments: