16 June 2016

Broadcast Tidak Selalu Nyebelin



"Teh sebenarnya BC boleh nggak sih dalam bisnis online?”
“Teh BC itu nyebelin ngga sih?”
Tanya banyak perempuan pebisnis.
Jawab saya, "Tergantung KONTENnya!"
Masih bingung?
Yuk kita simak dulu pengalaman Mega, pemilik Azka Online Shop, sebuah online shop hijab dan sepatu yang berkat BC omzetnya meningkat secara pesat.
Banyak perubahan Mega alami setelah mengikuti Reparasi Bisnis dan Personal Sales Couching dengan saya.  Sebelum ikut RB, online shop Mega masih memerlukan berbagai macam pembenahan, diantaranya stok banyak yang mengendap karena barang nggak laku.
Di salah satu sesi coaching, saya memberi Mega PR untuk mengirim BC keseluruh kontak yang dimilikinya.  Awalnya Mega sempat ragu, berbagai kekhawatiran berkecamuk di pikirannya.  Menganggu nggak ya? Bikin sebel nggak ya? Nanti malah banyak yang delcon.  Itulah pikiran-pikiran negatif pebisnis yang berdomisili di Kelapa Gading Jakarta ini soal BC.
Namun, PR saya dijalankan juga oleh Mega.  BC pertama Mega berisi tips tampil sehari-hari mengenakan hijab yang tentu saja diakhiri dengan promo produknya.  Tanpa diduga oleh Mega, BC pertamanya mendapat respon yang positif dan mendatangkan order yang cukup banyak.   Sejak saat itu Mega lebih percaya diri melakukan broadcast dan hampir dapat dipastikan, orderpun berdatangan.  Malah terkadang konsumen menanyakan kapan Mega akan memberikan tips-tips menarik lagi untuk mereka.
Nah, jadi broadcast tidak selalu nyebelin kan?
Kuncinya adalah KONTEN semenarik dan seberguna apa BC Anda bagi pembaca.   Membuat konten yang tidak menarik apalagi dalam hard seling merupakan kesalahan pebisnis yang sering kali menyebabkan konsumen malah menghapus kontak Anda.
Secara sederhana yang dimaksud dengan hard selling adalah ketika jualan, langsung mengajak orang untuk beli produknya. Biasanya konsep ini digunakan karena ingin produk langsung laku.  Padahal di zaman yang tingkat persaingannya tinggi, tugas semua penjual bukan hanya sekedar produk laku tapi harus mengedukasi, menginspirasi, membangun trust, dan akhirnya pembeli jadi loyal. Hardselling terlihat jika kita menggunakan tagging dan spamming lalu misalnya dengan embel-embel, "murah loh bun, beli yuk" Atau, "diskon mak, ayo serbu!
Disinilah pentingnya teknik copywriting.
COPYWRITING merupakan teknik yang digunakan oleh saya untuk membuat BC menghasilkan closing berkali-kali dan teknik ini yang saya ajarkan pada peserta training-training yang saya usung.
Penting bagi seorang pebisnis online untuk menguasai copywriting agar tidak bikin sebal calon konsumen.
Jadi, siapkan Anda ber-BC-ria seperti Mega?

No comments: