08 May 2016

Percaya Diri Modal Hidup Paling Berarti


Seberapa percaya dirikah Anda memandang hidup dan masa depan Anda sendiri?
Kadang naik, kadang turun?
Tingkat kepercayaan diri memang tidak stabil.  Kadang bisa naik, kadang bisa turun.  Dengan aneka persoalan hidup, mempertahankan kepercayaan diri untuk tetap optimis memandang hidup ini dengan positif bukanlah persoalan yang mudah.
Bagi saya, percaya diri modal hidup paling berarti, karena dengan keyakinan pada diri sendiri dan keoptimisan dalam menggapai mimpi, jatuh bangun berapa kalipun tidak akan membuat saya berhenti bergerak.
Selalu ada cahaya di depan sana, selalu ada jalan di ujung sana.  Tidak ada sesuatu yang bisa mematahkan mimpi.  Saya percaya, saya bisa meraihnya.
Percaya diri akan membentuk rasa optimis ketika duka mendera, ketika putus asa sempat menyiksa, ketika lelah menyerang, ketika nyeri memburu, dan ketika gelap mendatangi.  Sekali lagi, percaya diri membuat rasa optimis sekonyong-konyongnya datang ketika semua menyatakan tidak mungkin tapi dalam hati saya yakin semua bisa terjadi.
Banyak hal positif yang saya dapatkan karena saya  percaya diri, apa yang tidak mungkin memang menjadi mungkin.  Beberapa barisan keinginan yang saya tuliskan menjadi bukan mimpi lagi melainkan kenyataan, semua karena saya memiliki rasa percaya diri dan selalu optimis menjalani semuanya.
Apakah ini berarti saya tidak pernah minder dan putus asa? Sempat, pernah dan akhirnya saya kembali mengobarkan semangat untuk memupuk rasa percaya diri dan optimis yang kuat.
Jadi saya pikir minder dan putus asa bisa terjadi pada siapa saja namun jangan sampai kita kalah dengan perasaan-perasaan negative itu dan segeralah menggempurnya dengan rasa percaya diri dan optimis kembali.  Insya Allah jalan menuju mimpi itu akan lancar dan diberkahi.
Selalu memandang diri begitu berharga walaupun banyak masalah di depan mata.
Berusaha memandang sekeliling dengan positif walau mungkin kondisi negative sedang menyelimuti.
Ya, saya percaya diri akan diri, hidup dan masa depan saya.
Karena, kalau bukan saya yang membangun percaya diri untuk diri sendiri, siapa yang akan mengusahakannya?


No comments: