21 April 2016

4 Alasan MALAS Menulis

(Salah satu liputan mengenai aktivitas saya di dunia penulisan yang kemudian menjadi bisnis)

Saya sangat berbangga, belum sampai setahun usia website emakpintar.asia namun sudah menetaskan puluhan ibu rumah tangga yang sebelumnya tidak pernah menulis menjadi semakin terampil menulis.  Tak aneh sebenarnya, karena memang tak ada alasan perempuan tidak bisa menulis.
Jadi apa ya yang membuat masih saja ada perempuan yang malas menulis? Berikut ini ternyata alasannya:
1.      Merasa TIDAK AHLI Menulis.
Saya masih perlu belajar menulis.  Tulisan saya masih belum bagus.” Itu barangkali yang sering saya dengar mengenai alasan perempuan tidak mulai menulis. 
Maka, saya selalu bangga pada perempuan yang penuh semangat untuk belajar hal baru bahkan berani menerjang zona nyaman.   Tapi, ini bukan alasan untuk tidak memulai menulis.  Jadi penulis itu nggak instan, semua butuh proses.  Learning by doing.  Semakin sering menulis, tulisan akan semakin baik.
2.      Merasa TIDAK PUNYA WAKTU.
Kerjaan saya banyak.  Selesai tugas yang satu, tugas yang lain sudah menunggu.” Alasan ini paling banyak yang dengar padahal waktu Anda, waktu saya, dan waktu perempuan-perempuan lain sama. Sama-sama 24 jam.  Kalau saya bisa, Anda juga pasti bisa. Kalau perempuan lain bisa menulis, seharusnya perempuan lainnya tak punya alasan untuk tidak menulis karena masalah waktu.
3.      Merasa NGGAK MOOD Menulis.
“Saya kurang bisa ngawal mood saya, sehingga saya belum bisa konsisten menulis.” Alasan ini juga banyak saya dengar, heeeem. Itulah sebabnya seringkali saya mengajak para Ibu Rumah Tangga membuat target menulis untuk diri sendiri, misalnya menulis 5 lembar setiap hari.  MEMAKSA menulis menendang mood J.
Tapi masa Ibu Rumah Tangga ditarget menulis? Mungkin itu pikiran sebagian dari Anda. Target adalah sesuatu yang harus dimiliki semua orang.  Bukan hanya pebisnis, bahkan anak Anda, sebagai seorang pelajar juga harus menetapkan target jangka pendek dan jangka panjangnya.  Jadi tak ada salahnya kalau Anda memasang target untuk diri Anda sendiri, bukan?
4.      Merasa GAGAL (sebelum menulis)
Saya takut orang menertawakan tulisan saya...
Saya takut ditolak penerbit...
Saya takut gagal... 
Gagal mungkin akan mengecewakan kita, tapi jauh lebih gagal dan kecewa jika kita tidak melakukan apapun dalam hidup ini.  Saya juga pernah gagal dan kecewa dalam perjalanan karir saya.  Namun saya memilih untuk terus bergerak. Apabila saat itu saya berhenti, saya tidak akan pernah ada di posisi saya saat ini.

Sekali lagi, menjadi seorang penulis itu adalah proses, seperti proses metamorphosis.  Jangan takut untuk menjalani prosesnya.  Nikmatilah metamorphosis Anda sebagai seorang penulis hingga suatu saat akan tampak keindahannya.


1 comment:

Ninuk Sumar said...

Siap belajar dari nol teh