21 April 2016

Ibu, Ajarkan Anakmu Menulis

(Karya Dian Noviyanti)


“Bagaimana pun juga lingkungan tempat bermain anak memengaruhi anak,” ujar Dian Noviyanti suatu hari, saat beliau mengikuti kelas penulisan biografi.
Jujur, jantung saya makin dag-dig-dug.  Setiap ibu rasanya kini bukan hanya bertugas mendidik anak di rumah, tapi juga menjadikan anak di sekitar kita menjadi tanggung jawab kita.
Anakku, anakmu, anak kita semua..
Malam ini, saya diskusi dengan suami mengenai kegelisahan yang ada, “tidak cukup hanya dengan mengundang ibu-ibu untuk belajar di Sekolah Perempuan.  Aku ingin mengundang anak-anak untuk berkegiatan di rumah, kegiatan yang positif.  Menciptakan lingkungan sehat untuk anak-anak.”
Alhamdulillah, suami merespon dengan positif, “baiklah kita susun seminggu sekali, ada kegiatan dengan anak-anak sekitar.  Kita undang mereka ke rumah, nonton film yang menginspirasi mereka, mengobrol dengan mereka, dan belajar menulis bersama.” Ujar suami
Belajar Menulis untuk Anak!  Mmmmm…Setiap anak memiliki imajinasi-imajinasi yang indah.  Imajinasi mereka sangat luas dan mereka sangat senang bereksplorasi terhadap hal-hal baru.  Menyalurkan imajinasi dan kemampuan eksplorasi mereka dalam bentuk tulisan akan sangat positif dampaknya.
Selama ini konsen saya mengajarkan menulis pada ibu-ibu, tidak ada salahnya jika saya mulai mengajarkan menulis bagi anak-anak di sekitar lingkungan kami.
Begitu banyak manfaat positif yang bisa mereka dapatkan nantinya dengan belajar menulis, seperti:
1.      Menulis bisa menjadi sarana penyaluran emosi mereka, saat marah maupun saat gembira
2.      Menulis bisa membuat wawasan anak semakin berkembang
3.      Menulis bisa menyalurkan aspirasi mereka
4.      Menulis bisa meningkatkan konsentrasi dan fokus dalam berpikir
5.      Menulis bisa menjadi bekal mereka di masa depan. 
Coba bayangkan jika anak-anak kita memperoleh begitu banyak manfaat diatas. Sungguh menyenangkan ya. Mereka sudah bisa saling berbagi kebahagiaan lewat tulisan yang dibuatnya.  Mereka sudah mampu berbagi ilmu dan informasi yang bermanfaat bagi sesama. 
Bismillah.  Kegelisahan saya selalu luruh saat diskusi saya lakukan bersama suami.  Ide-ide baru sering bermunculan. Dukungan suami memang sangat berharga!
Mari, Bu. Ajarkan anak kita menulis...


No comments: