03 September 2015

Keluarga Tahan KRISIS


Kemarin suami saya ditelpon oleh salah satu kerabatnya yang membutuhkan pekerjaan karena baru saja kena PHK.
Membayangkan PHK di tengah gempuran "dollar naik" mencekam semua orang. Saya sendiri berdiskusi dengan suami mengenai replanning keuangan dengan memangkas pengeluaran yang tidak penting, meski untuk kelas perusahaan harus sangat smart memutuskan mana yang dipangkas :)
 
Namun, ILMU bisnis maupun keuangan terus berkembang seiring dengan meningkatnya jumlah networking yang saya miliki. Mereka, orang-orang hebat yang mengucurkan ilmunya dan siap saya tangkap.
Salah satu yang menginspirasi saya adalah pak Heppy Trenggono, kepiawaian beliau berbisnis tidak serta merta mengubah gaya hidup sederhananya. Bahkan semakin kuat campaign beliau untuk mengajak semua orang hidup lebih "murah" agar tetap survive saat krisis. 


Salah duanya ^^ yang juga menginspirasi saya adalah Doktor Suyoto Rais yang dalam pertemuan dan wawancara kemarin beliau berpesan, "jangan makan saat perut lapar berat" maksudnya karena lapar berat, nafsu makan akan menjadi tidak normal :)

 
Membeli yang dibutuhkan bukan yang diinginkan.

Bismillah kita semua pasti bisa!
Kalau kita bisa, maka kita semua akan menjadi keluarga yang tahan krisis.

"Survive itu bukan pada saat omzet meningkat, pada saat omzet menurun perusahaan harus tetap survive" (Doktor Suyoto Rais, Profesional Global)

No comments: