22 June 2015

Maaf Bunda....


Masih dengan sejumlah pekerjaan di malam ini dengan sejuta rasa kangen pada anak-anak di Bandung.
Mengingat Ammar yang kalau sudah merajuk akan melakukan beberapa aktivitas yang menggelikan, salahsatunya adalah menangis sambil melantai :)
 
Sayangnya, saya cenderung mendiamkan dia kalau sudah menangis hingga akhirnya dia akan mendekati saya dan berkata, "maafkan aku, Bunda..."
Saya lalu memeluknya dan menciuminya dan berkata, "maafin Bunda juga ya, dede sayang..."


Kangen Ammar

No comments: