09 January 2014

Perempuan, Mari Kita Belajar dari yang Muda


“Nanti kita diskusi di facebook ya?” ajak saya pada salah satu orang muda yang datang ke kantor saya untuk berdiskusi tentang bisnisnya.
“Saya nggak aktif di facebook teh, aktifnya di twitter. Facebook saya gunakan saat saya masih SMP hehehe” ujarnya. Saya senyum dengan jawabannya. Hem, tapi pantas saja jumlah follower twitternya jika ditotal hampir 2 juta follower. Giliran saya yang bertanya, “Gimana bisa punya follower sebanyak itu?” tanya saya
dan lelaki muda itu tak pelit berbagi—kami kembali diskusi.

Bicara orang-orang muda, bicara energi dan kreativitas yang tidak ada batasnya. Saya bersyukur sebab dalam beberapa lama ini, intensitas saya untuk bergaul dengan pengusaha-pengusaha muda cukup tinggi. Saya bilang usia muda sebab memang usia mereka jauh di bawah saya, rata-rata usia mereka 20 - 26 tahun dan memiliki energi serta kreativitas yang membuat saya terbengong-bengong.
Termasuk ketika saya bertemu dengan Ajie. Saya bertemu dengan Ajie dan 2 kawannya di Jakarta dalam sebuah diskusi seru mengenai bisnis. Diskusi berbahasa Inggris itu membuat otak saya nyaris kram karena saya harus mengikuti ritme bahasa Inggris yang disajikan dengan baik, tapi sebelum memperkenalkan diri dengan lengkap saya bilang ke mereka, “saya menggunakan bahasa Indonesia saja ya?” ujar saya. Wow, pembelajaran pertama saat itu adalah orang muda sekarang udah lihai berbahasa Inggris ini artinya mereka sudah siap bertarung secara global.

Pertemuan kedua saya adalah ketika saya mengunjungi kantornya. Well, kantor yang sangat menarik dan belasan orang muda yang sangat eksentrik. Saya mengamati lalu lintas pergerakkan di kantor tersebut dan yes, dapat ilmu baru! KREATIVITAS, semangat, serta dinamisasi yang tercipta saya serap hingga kenyang.

Muhammad Ajie Santika lelaki muda kelahiran Bandung, 10 Agustus 1989 merupakan CEO Tinker Games, co-founder Tinkerindo Interaktif dan co-founder Siete Café. Untuk usianya saat ini dengan berbagai aktivitas positifnya tentu saja membuat saya yang sudah berusia di atas 30 tahun ini IRI kelas berat. Lulusan S1 School of Business and Management ITB 2011 berani memilih jalur sebagai entrepreneur dimana kebanyakan dari lulusan universitas memilih bekerja di perusahaan yang dianggapnya keren dan bisa memberikan gaji besar. Ajie memilih menjadi entrepreneur karena Ingin membuat perubahan, juga ingin menyalurkan passion dan ilmu yang dipelajari selama kuliah.

Pasukan muda di Tinker Games muncul di akhir tahun 2011. Bukan hanya Ajie yang memegang perahu bisnis kreatif ini, sebelumnya ada Panji Prakoso Sunariman (Desain Komunikasi Visual ITB), Karunia Ramadhan (Teknik Informatika ITB), dan Mohammad Zaki (Teknik Geofisika ITB). Mereka menyatukan keahlian, passion, dan juga kreativitasnya untuk membuat game yang akan diikutsertakan dalam lomba (nokia feature phone & windows phone). Ajie sendiri baru bergabung dengan Tinker Games pada awal 2012, dan membangun Tinker Games menjadi sebuah perusahaan.

Kolaborasi antar pemuda kreatif ini tidak berhenti begitu saja, membangun kolaborasi dilakukan terus menerus hingga pada bulan Juli 2012 Tinker Games bekerja sama dengan Systec dan berdirilah PT. Tinkerindo Interaktif.  Kemudian,  23 Mei 2013,  Ajie didaulat menjadi CEO Tinker Games.
Terpilihnya Ajie menjadi CEO Tinker Games bukan tanpa pertimbangan dari semua team. Namun, Ajie dinilai sebagai sosok yang paling pas untuk menjadi “kepala” bagi Tinker yang mampu mengakomodir semua inisiatif, ide, hingga kerjasama antar penumpang di perusahaan Tinker Games. Bagi Ajie secara pribadi dengan terpilihnya sebagai CEO berarti tanggung jawab bertambah, networking menjadi lebih luas, lebih banyak event yang diikuti dan bertemu banyak orang baru. Dalam memimpin, Ajie terbuka, nurturing, dan tidak otoriter.

Ajie, memang masih muda tapi semangatnya menular pada saya yang kadang merasa kalah lari dengan si muda. Ajie meraih prestasi pretisius seperti Jurnal yang dipublikasikan oleh World Academy of Science, Engineering and Technology (WASET) di Berlin, Jerman (2012), Perwakilan game developer Indonesia bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Eurogamer Expo, London (September, 2013), serta sebagai pembicara pada APEC SME Summit di Bali (Oktober, 2013).

Muda dan menginspirasi sepertinya layak disematkan pada seorang Ajie. Meskipun masih muda, bagi Ajie pemimpin merupakan sosok terdepan di perusahaan yang merefleksikan apa yang terjadi di perusahaan. Jika tim melakukan kesalahan berarti kesalahan terbesar ada di pemimpinnya. Aktivitasnya yang padat tidak membuatnya berhenti berkreasi, bahkan dia sedang merencanakan untuk membuat co-working space di Bandung.

Bukankah Ajie luar biasa? dan perempuan bisa belajar dari yang muda mengenai beberapa hal:

1. Kreativitas tanpa batas. Semangat untuk menelurkan kreativitas dilakukan terus menerus dan tanpa batas. Meski mungkin saja tidak semua hal yang kreatif yang ditelurkan berhasil, namun tidak membuat orang muda berhenti menelurkan sesuatu yang baru, lagi, dan lagi.
2. Kekompakan dalam bekerjasama. Dalam urusan bekerjasama, orang-orang muda sangat solid dan terbangun solidaritas yang sangat tinggi. Dengan kekompakan inilah mereka bisa berhasil membangun sesuatu yang baru terus menerus.
3. Energi positif yang tidak pernah habis. Dalam berbagai pertemuan, saya menyerap begitu banyak energi positif, energi ini saling menular satu sama lain. Saya belajar bagaimana menularkan dan menyerap yang ditularkannya dengan baik.
4. Tidak canggung bereksperimen. Orang muda tidak takut melangkah meski itu hal baru bagi mereka. Semangat berekperimen memenuhi dadanya.
Perempuan, mari kita belajar dari yang muda.

#salah satu liputan Ajie di Tabloid Nova edisi Januari 2014 sebagai pembuka kesuksesan berikutnya di tahun ini dan tahun-tahun selanjutnya.

No comments: