10 January 2014

KETIKA SUAMI DAN ISTRI BERBAGI PERAN


 Ketika saya dilamar oleh suami saya tahun 2007 dan saya mengatakan IYA. Pada saat itu saya sudah mulai belajar bagaimana menempatkan diri. Keputusan saya untuk diam di rumah dan membangun bisnis dari rumah merupakan salah satu jawabannya.


Di awal pernikahan, saya amat menikmati pengalaman menunggu suami pulang dari kantor, menyiapkan sarapan saat berangkat ke kantor, dan hal lain yang memang itu tugas seorang istri.
Setelah bisnis berkembang, maka mulailah peran-peran itu semakin dinamis. Saya dan suamipun mulai berbagi peran, kerapkali kami saling bertukar tugas dalam urusan rumah dan anak.
Hal menarik adalah ketika saya sedang di luar rumah, maka suami mengasuh kedua anak kami dengan sangat baiknya dan ketika suami di luar rumah perannya sebagai ayah saya ganti untuk anak-anak.


Hampir setiap malam, saya dan suami berdiskusi tentang apa saja. Setiap persoalan kecil, persoalan besar, hingga beragam solusi bahkan hanya sekadar cerita ringan kami diskusikan. "Bun, kalau boleh saran" begitu awal kalimat yang selalu digunakan oleh suami ketika memberi saran seperti halnya kalau sayapun memberi saran padanya saya akan mulai dengan, "Ayah, bunda mau kasih saran boleh nggak?"


Dan, pernikahan kami sudah akan menuju 7 tahun, semoga berbagi peran ini memang menjadi sebuah perekat yang indah dalam keluarga kami.

2 comments:

sang aremanita blog said...

waaaa keluarga teteh keren :* i miss you n family..

indari mastuti said...

Semua keluarga itu pada dasarnya keren kok Mbak Aremanita :)