13 January 2014

Perempuan dengan Keterbatasan yang Berjasa Tanpa Batas



Tiba-tiba siang ini saya teringat mbak Paini. Perempuan ini saya kenal di tahun 2012 dalam acara penganugerahan Perempuan Indonesia Terinspiratif Kartini. Saat itu, kami sama-sama mendapatkan kesempatan menerima penghargaan, namun saya merasa malu menerima penghargaan yang diberikan berdasarkan riset team Kartini yang dikepalai ibu Linda Gumelar. Kenapa malu? sebab kalau saya melihat perjuangan mbak Paini, saya bukanlah apa-apa, mbak Paini sangat luar biasa dalam memajukan Indonesia khususnya bagi orang-orang berkebutuhan khusus.

Kami bertemu, hanya sekian menit di depan pintu keluar, dikenalkan oleh Redaksi Kartini, mbak Opi. Lantas kami saling bertukar nomor telpon daaaaaan sejak itulah kami bersahabat baik.
Jika mbak Paini berkunjung ke Bandung, maka dia akan menyempatkan diri untuk mampir ke rumah saya. Biasanya dia membawa banyak dagangan. “Mbak In, ini karya teman-teman saya. enak-enak semua…” ujarnya memamerkan barang dagangannya. Tanpa banyak basa-basi saya mulai membeli dan memang uenaaaak.

Dalam berbagai kesempatan kami saling berdiskusi untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat. “Kalau saya memang mengurus orang-orang yang memiliki keterbatasan, mbak. Makanya saya harus punya kesabaran tanpa batas.” ujarnya. “Kapan-kapan mbak saya kenalkan deh ke mereka, biar mereka memiliki keterbatasan, mereka sangat kreatif looh.” ujarnya.
Mbak Paini adalah contoh perempuan hebat di Indonesia. Beliau sendiri memiliki keterbatasan baik secara fisik dan ekonomi, namun tidak pernah berhenti untuk merengkuh sebanyak-banyaknya orang-orang dengan keterbatasan di rumah kontrakannya.

“Saya mengajarkan mereka menjahit, membuat kue, dan keterampilan lainnya. Nah, kalau sudah jadi produknya maka saya dan suami yang memasarkannya.” ujar dia.
Dalam berbagai kesempatan bertemu saya selalu mendengarkan ceritanya dengan penuh antusias, semangatnya begitu menyala, energi positifnya terus menjalar kemana-mana, dan setiap pertemuan saya selalu memeluknya erat serta berkata, “Terus sehat dan sehaaaaat”

2 comments:

puteriamirillis said...

wah salut sama si mbak...

indari mastuti said...

Salut 100 % juga :)