Ketika SAKIT Itu Datang....

"Bersyukur telah diberi kesehatan, menjadi sehat adalah berkah."

Saya mengenal beliau di facebook, lalu kami akrab satu sama lain, keakraban kami berawal ketika dia membaca buku PUZZLE MIMPI, buku yang ditulis oleh Anna Farida mengenai perjalanan masa kecil saya hingga berbisnis dan berkomunitas itu menyentuhnya. Obrolan pertama kami dibuka dengan, "saya tidak pernah menyadari kalau mbak Indari pernah merasakan jatuh bangun dalam bisnisnya, karena saya liat mbak sanati-santai saja." lalu setelah itu, dia terbuka mengenai dirinya sendiri terutama kami berbicara masalah bisnis.
Dari obrolan via facebook berlanjut ke bbm dan akhirnya kami bertemu. Dia, yang sudah menjadi sahabatku mengunjungi saya pada suatu kegiatan. Saya menemukan dirinya dan bahagia sekali...
Setelah pertemuan itu, kami menjadi akrab termasuk ketika saya tahu mengenai penyakit yang dideritanya. Saya semakin menyanyanginya...
Kemarin, air mata saya mengucur hebat ketika dia mengabarkan melalui bbm bahwa kankernya sudah dalam stadium 4 dan dia berpacu dengan waktu. Saya langsung menelponnya dengan terisak-isak, demikian juga dengannya. Sayang sekali suara kami saling memicu tangisan sehingga dia memutuskan telpon dan memilih berkomunikasi melalui bbm.
Hingga pagi ini dada saya masih merasa sesak ---- saya terus berpikir tentangnya dan kemudian berpikir tentang saya sendiri, ketika penyakit datang tanpa kita duga, sudahkah kita siap mental? Namun, saya juga percaya, tidak semata-mata Allah memberikan cobaan tanpa mengukur kemampuan manusianya. Saya percaya pada Allah dan saya percaya pada kemampuan sahabatku...

No comments:

Post a Comment