03 November 2006

Semua tergantung DIRIMU!!



Apa yang terjadi jika sebutir ubi dan sebutir telur dimasukkan ke dalam air mendidih?..Apa kedua benda itu keluar dari panci panas dalam keadaan yang sama dengan keadaan sebelum digodok?Air mendidih mengubah ubi dan telur itu. Namun perubahan yang terjadi pada kedua benda itu sangat bertolak belakang. Setelah digodok telur menjadi keras, sebaliknya ubi menjadi lembut. Kedua benda itu berada dalam panci yang sama dan air mendidih yang sama, namun reaksi mereka berbeda.Dalam hidup ini ada masa dimana kita harus masuk kedalam panci yang berisi air mendidih, yaitu musibah dan penderitaan. Dalam musibah kita merasakan betapa sakit dan nyeri digodok dalam air mendidih. Musibah dan penderitaan bisa terasa sangat kejam dan menyakitkan bagaikan menusuk tulang sumsum dan hati. Apalagi ketika musibah datang menimpa bagaikan tak ada habisnya. Kita bagai terhempas lemas. Sambil menunduk dan menarik nafas panjang kita bertanya lirih,.."Oh Tuhan, mengapa ini harus terjadi?"...Namun pada kenyataan adalah kenyataan. Musibah itu sudah atau sedang terjadi. Jadi yang lebih mendesak bukanlah persoalan mengapa musibah itu terjadi, melainkan bagaimana menghadapinya, bagaimana bisa survive. Disinilah terletak dampak yang paling mendasar dari suatu penderitaan atau musibah. Dari waktu ke waktu tiap orang mengalami penderitaan dan musibah. Tetapi cara orang keluar dari penderitaan berbeda-beda. Ada orang yang keluar dari musibah dalam keadaan yang sangat btertekan. Mukanya selalu suram. Ia menyendiri. Hidupnya menjadi pahit dan getir. Sikapnya terhadap orang lain menjadi kaku. Ia menjadi keras. Ia ibarat telur yang setelah keluar dari air mendidih menjadi keras.Sebaliknya, ada orang yang setelah keluar dari musibah justru menjadi bijak dan matang. Ia merasa damai dengan dirinya. Sikapnya hangat dan ramah. Ia tersenyum dan menyapa. Ia menjadi lembut. Ia ibarat ubi yang setelah digodok justru menjadi lembut.Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Penderitaan dan musibah tidak dapat dihindarkan. Itu adalah bagian hidup. Hidup adalah ibarat roda, sebentar diatas, sebentar dibawah. Hidup ini ada enaknya dan ada tidak enaknya, yaitu masuk dalam panci dan digodok dalam air mendidih.Soalnya, apakah kita akan keluar dari panci panas itu sebagai telur rebus yang keras ataukah sebagai ubi yang lembut? Apakah kita akan keluar dari musibah sebagai orang yang kaku dan keras ataukah sebaliknya, sebagai orang yang berhati lembut?.......Jadi sobat, tentukanlah kamu ingin melihat masalah seperti apa?
sumber : unknown
Bandung, 3 November 2006

No comments: