03 November 2006

Keajaiban KEBAIKAN



Bertahun-tahun dahulu, pada malam hujan badai, seorang laki-laki tua dan istrinya masuk ke sebuah lobby hotel kecil di Philadelphia. Mencoba menghindari hujan, pasangan ini mendekati meja resepsionis untuk mendapatkan tempat bermalam."Dapatkan anda memberi kami sebuah kamar disini ?" tanya sang suami.Sang pelayan, seorang laki-laki ramah dengan tersenyum memandang kepada pasangan itu dan menjelaskan bahwa ada tiga acara konvensi dikota."Semua kamar kami telah penuh," pelayan berkata. "Tapi saya tidak dapat mengirim pasangan yang baik seperti anda keluar kehujanan pada pukul satu dini hari. Mungkin anda mau tidur di ruangan milik saya ? Tidak terlalu bagus, tapi cukup untuk membuat anda tidur dengan nyaman malam ini." Ketika pasangan ini ragu-ragu, pelayan muda ini membujuk. "Jangan khawatir tentang saya. Saya akan baik-baik saja," kata sang pelayan. Akhirnya pasangan ini setuju.Ketika pagi hari saat tagihan dibayar, laki-laki tua itu berkata kepada sang pelayan, "Anda seperti seorang manager yang baik yang seharusnya menjadi pemilik hotel terbaik di Amerika. Mungkin suatu hari saya akan membangun sebuah hotel untuk anda." Sang pelayan melihat mereka dan tersenyum. Mereka bertiga tertawa. Saat pasangan ini dalam perjalanan pergi, pasangan tua ini setuju bahwa pelayan yang sangat membantu ini sungguh suatu yang langka, menemukan sesorang yang ramah bersahabat dan penolong bukanlah satu hal yang mudah.Dua tahun berlalu. Sang pelayan hamper melupakan kejadian itu ketika ia menerima surat dari laki-laki tua tersebut. Surat tersebut mengingatkannya pada malam hujan badai dan disertai dengan tiket pulang-pergi ke New York, meminta laki-laki muda ini datang mengunjungi pasangan tua tersebut. Laki-laki tua ini bertemu dengannya di New York, dan membawa dia kesudut Fifth Avenue and 34th Street. Dia menunjuk sebuah gedung baru yang megah disana, sebuah istana dengan batu kemerahan, dengan menara yang menjulang ke langit."Itu," kata laki-laki tua, "adalah hotel yang baru saja saya bangun untuk engkau kelola"."Anda pasti sedang bergurau," jawab laki-lakimuda."Saya jamin, saya tidak," kata laki-laki tua itu,dengan tersenyum lebar.Nama laki-laki tua itu adalah William Waldorf Astor, dan struktur bangunan megah tersebut adalah bentuk asli dari Waldorf-Astoria Hotel. Laki-laki muda yang kemudian menjadi manager pertama adalah George C. Boldt. Pelayan muda ini tidak akan pernah melupakan kejadian yang membawa dia untuk menjadi manager dari salah satu jaringan hotel paling bergengsi di dunia.

Sumber : Unknown

****Pembelajaran kita :

Dalam buku yang diterbitkan oleh salah satu konsultan mengetengahkan mengenai bagaimana peran TO HAVE dan TO BE dalam kesuksesan karier kita. Ketika kita berbicara masalah To Have maka segala sesuatu dalam pekerjaan akan dikalkulasikan dalam nominal dan pengaruhnya akan sangat terasa pada semangat kita bekerja serta melayani perusahaan. Misalnya saja, kita akan bekerja sesuai dengan jumlah gaji kita dalam arti tidak mengeluarkan segenap potensi yang kita miliki sehingga akhirnya kita menjadi pegawai “rata-rata” saja, kita bekerja sesuai dengan standar perusahaan ‘tidak lebih’. Namun ketika kita berbicara masalah TO BE maka semangat untuk “menjadi” itu akan memotivasi kita untuk berbuat lebih tanpa pernah pamrih. Kita senantiasa menyiapkan senyum yang manis untuk konsumen yang dating tanpa perlu meminta bon senyum manis itu pada perusahaan, kita bekerja untuk mempelajari banyak hal agar kita bisa “menjadi”, agar kita menjadi karyawan di atas rata-rata, dan pengaruh yang positif lainnya adalah tindakan kita itu justru nyaris tidak mengharapkan balasan selain hanya untuk membuat diri kita lebih baik dan lebih baik lagi.
Cerita di atas merupakan salah satu bentuk karyawan yang memiliki semangat TO BE yaitu dengan memberikan pelayanan terbaik bagi orang lain tanpa mengharapkan balasan selain kepuasan bagi dirinya sendiri, yang tanpa disadari justru itulah pangkal dari kesuksesannya kelak.
Selamat bersemangat TO BE..

Bandung, 3 November 2006

No comments: