26 February 2006

Kamu harus TEGAR

" Ya Tuhan kami, janganlah menyesatkan hati kami, sesudah Engkau memberikan petunjuk. Dan berilah kita rahmat dari hadapan-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi."

Kisah Asma

Sejak ibunya meninggal satu tahun yang lalu, Asma, 17 tahun, mengalami depresi berat. Awalnya kedua kakaknya tidak mengetahui hal itu, sampai kemudian ada usaha bunuh diri.
"Aku kaget skali ketika mendapati Asma akan bunuh diri. Sejak ibu meninggal, Asma yang memang sangat dekat dengan beliau merasa sangat shock. Biasanya setiap hari dia tidur dengan Ibu dan sangat dimanja oleh Ibu. Barangkali ketidakrelaan kehilangan Ibu, dan juga karena kami tidak bisa menggantikan kasih akung yang ibu berikan. Asma menjadi tertekan hingga memutuskan bunuh diri." Cerita Astuti, 23 tahun.
Sejak percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh adik bungsu mereka. Kedua kakak Asma yang juga menjadi yatim piatu sepeninggal ibu mereka mencoba lebih memperhatikan sang adik. "Dalam suatu perbincangan, Asma menyatakan ingin masuk pesantren dan mendalami agama di sana. Kami awalnya keberatan karena dia hanya tinggal menyelesaikan SMA satu tahun lagi. Namun, akhirnya dengan berbagai argument yang dikemukan Asma. Salah satunya adalah bahwa dia ingin mendekatkan diri dengan Allah, kami setuju untuk mengabulkan keinginannya. Barangkali memang ini merupakan jalan terbaik baginya. Baru sebulan tinggal di pesantren, banyak perubahan yang Asma perlihatkan. Salah satunya adalah dia lebih bisa menguasai emosi, dulu dia sangat emosional, mungkin akibat terlalu dimanjakan oleh kami. Ketika kami tanya apa resepnya dia menjawab "Semua karena doa."

Kisah serupa yang dialami Asma bisa terjadi kepada siapa saja karena mati memang hanya menjadi rahasia Allah. Kamu juga mungkin merasakan betapa pedihnya saat ditinggal orang yang kita cintai. Bapak, Ibu, Nenek, kakek, kakak, adik, dan semua yang kita akungi membuat kita tidak rela kehilangan mereka. Kehilangan sesorang yang dicintai dan kurang terpenuhinya keinginan untuk mendapatkan kasih akung dapat menimbulkan depresi atau tekanan psikologis. Tapi, percayalah tidak ada tekanan apapun yang bisa membuat kamu terpuruk. Berdirilah seperti batu karang, bersikaplah tegar! Bukankah kamu percaya bahwa setiap krisis ada pemecahan? Tetaplah untuk berjaga-jaga agar kepercayaan diri dalam mengatasi segala masalah menjadi milik kamu.
Manfaatkanlah doa untuk meminta apa saja yang baik, termasuk meminta kemudahan-kemudahan ketika dihadapkan kepada aneka kesulitan, dan meminta ketegaran dalam menjalankan hidup.
Untuk hasil yang sama, bahkan mungkin lebih baik, kita tidak perlu menggadaikan hidup secara tidak manusiawi. Dengan modal iman, usaha, dan doa, Allah akan melimpahkan karunia-Nya. Doa adalah satu dia antara sekian cara untuk meretaskan kesulitan dengan penuh ketegaran.

Doaku dan doamu, “ Ya Allah, aku percaya bahwa setelah gelap akan ada terang, setelah segala kesulitan ada kebahagiaan. Jadi, Allah, aku berdoa semoga aku tidak berhenti berjuang sebelum kebahagiaan bisa aku rasakan.”

Bandung, 9 Februari 2006


MENGELUH membuatmu semakin tersiksa

"Ya Allah, sesungguhnya aku lemah, maka kuatkanlah aku; sesungguhnya aku hina, maka muliakanlah aku; dan sesungguhnya aku faqir, maka kayakanlah aku. Ya Allah Dzat yang maha Pemurah."

Adalah sangat baik untuk menemukan kesalahan yang perlu diperbaiki, karena mengeluh tidak akan membuat apa yang terjadi menjadi lebih baik. Lihatlah, masih banyak jalan untuk mengarahkan energi earah yang positif selain mengeluh.
Hikmah yang bisa kamu dapatkan dari menghadapi kesulitan tanpa mengeluh :
Kamu dapat memeperteguh imanmu. Sebab Allah menguji keteguhan iman hamba-hambaNya melalui kesulitan. "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan (saja) mengatakan : 'kami telah beriman', sedang mereka belum diuji. Dan sungguh telah kami uji orang-orang sebelum mereka. Maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Dia mengetahui orang-orang yang hanya berdusta." (QS Al-Ankabut : 2-3).
Dengan menjalankan kesulitan tanpa mengeluh kamu akan mempertebal kesabaranmu. Karena kesulitan yang diberikan Allah semanat-mata hendak menguji sejauh mana kesabaran hambaNya. "Dan sungguh Kami benar-benar akan menguji kalian dengan sesuatu berupa ketakutan, kelaparan, dan kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan gembirakanlah orang-orang penyabar." (QS Al-Baqarah : 155)
Dengan melalui kesulitan tanpa mengeluh maka kita akan mendapatkan limpahan karuniaNya.
Mudah-mudahan semakin kecil keluhan kita, maka semakin dekat kita dengan surga. Amin

Doaku dan doamu, “Allahku, jangan biarkan aku kembali ke masa kanak-kanak, dimana aku hanya akan menangis dan mengeluh ketika mainanku direbut oleh temanku. Aku ingin menjadi seseorang yang dewasa dan kuat menghadapi semua persoalan dalam hidupku. Jangan biarkan aku mengeluh, sebab mengeluh akan membuat kakiku semakin berat untuk melangkah.”

Bandung, 25 Februari 2006

No comments: