26 February 2006

Allah mengirimkan BANTUAN melalui ORANG LAIN

"Ya Allah, aku mohon kemenangan dalam hukum, dan tempatnya orang-orang syahid, dan penghidupannya orang-orang yang bahagia, dan kemenangan mengatasi musuh."

Akibat gempa dan tsunami pada 26 desember 2004 lalu, ratusan ribu manusia meninggal dunia, puluhan ribu kehilangan tempat tinggal sekaligus terluka, dan triliunan rupiah asset yang hilang. Belum lagi ditambah anak yatim piatu yang sampai saat ini jumlahnya belum bisa dipastikan.
Gempa berkekuatan 8.5 skala richter disusul gelombang air laut dasyat tsunami membuat Propinsi nanggroe Aceh Darussalam dalam sekejap berubah total. Banda Aceh dan daerah pinggir pantai lainnya, tak berbekas lagi, rata dengan tanah karena datangnya gelombang tsunami dan gempa susulan berskala tinggi. Lapangan Blang Padang, temapat yang menjadi pusat kegiatan masyarakat banda Aceh dan selalu ramai setiap hari minggu, paling banyak menelan korban. Diperkirakan ribuan orang di sana tertimbun Lumpur dan reruntuhan bangunan.
Namun, perhatian dunia terhadap bencana gempa dan tsunami di Aceh begitu besar. Bantuan kemanusiaan segera berdatangan. Dan hari ini meskipun kondisi Aceh sudah mulai hidup dengan ditandai adanya aktifitas harian dan pembangunan di segala penjuru, bantuan kemanusiaan tetap berjalan dengan lancar. Dan itulah kebesaran tangan Allah. Allah menurunkan bantuan melalui tangan mahluk-Nya.

"Boleh minta apa saja dengan pengertian, bahwa jawaban Tuhan berasal dari pandangan Tuhan. Dan pandangan itu tidak selalu harmoni dengan harapan kita kjarena hanya Dialah yang tahu keseluruhan cerita." (Anonim)

Doaku dan doamu, “ Allahku, untuk segala kekurangan dalam hidupku, aku menginginkan bantuanMu untuk menyempurnakannya. Namun, jika memang Engkau tidak berkehendak untuk membantuku secara langsung, aku ingin Engkau biarkan mahlukMu membantuku untuk menyempurnakannya. Biarkan aku merasakan nikmat-nikmat memperoleh bantuan dari mereka dan biarkan aku memperoleh nikmat-nikmat itu ketika membantu mereka”

Bandung, 25 Februari 2006

No comments: