26 February 2006

Pertahankan KEYAKINAN padaNya

"Cukuplah aku bersandar kepada Allah untuk agamaku, cukuplah aku bersandar kepada Allah untuk keduniaanku, cukuplah aku bersandar kepada Allah untu menghadapi perkara yang menyusahkan aku, cukuplah aku bersanbdar kepada Allah terhadp orang yang melakukan penganiayaan keapdaku, dan cukuplah aku bersandar kepada Allah ntuk menghadapi orang yang ingin berbuat jelek kepadaku. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah."

Doa adalah suatu ibadah, dan alat komunikasi (hubungan) dengan Allah Ta'ala, sehingga doa'a dianjurkan untuk dilakukan. Dan salah satu hal yang dapat memberikan kekuatan dalam pengabulan doa adalah keyakinan dan optimisme. Tak ada doa yang bisa terkabul jika kamu memandang pesimis doa tersebut, bahkan dalam hati tidka yakin bahwa doa itu bisa dikabulkan. Allah hanya akan merespon secara positif hamba yang melihat masa depan dengan positif dan meyakini bahwa di depan sana terbentang hal yang lebih baik dan dia yakin bisa mencapainya.
Tidak diragukan lagi bahwa penggunaan pikiran positif secara berkesinambungan, dengan memanfaatkan pikiran bawah sadar kamu, akan berdampak luar biasa terhadap pembentukan karakter dan kualitas hidup seseorang. Bahkan pengaruhnya terhadap lingkungan orang tersebut.
Mempertahankan keyakinanmu kepadaNya merupakan salah satu pikiran positif yang senantiasa harus kamu jaga. Banyak orang bisa membuktikan bahwa keyakinannya dapat mempengaruhi orang-orang dan lingkungan sekitar hidupnya. Pada dasarnya teknik untuk menggunakan kekuatan keyakinan adalah dengan secara konsisten dan intensif memasukkan suatu tujuan dan harapan spesifik yang kuat ke dalam pikiran bawah sadar kamu, jangan sampai itu menjadi obsesi yang tertanam dan menggelora sedemikian rupa, yang akan memp[engaruhi pola pikir dam pola hidup seseorang. Dan pada akhirnya akan mewujudkan ide atau keinginan yang menggelora tersebut menjadi kenyataan.

Doaku dan doamu, “Allahku Yang Maha Baik, aku adalah mahluk yang lemah, tapi kelemahanku ini jangan Engkau biarkan untuk menutup mata hatiku sehingga aku bisa meragukanMu. Aku adalah mahluk lemah yang semoga senantiasa tetap yakin bahwa Engkau tidak akan pernah meninggalkanku.”

Bandung, 25 februari 2006

No comments: