21 December 2005

Penuhi hidup dengan HUMOR

"Hiburlah hatimu pada saat-saat tertentu." (maksudnya, adalah hiburan yang tidak melanggar norma dan ahlak. (HR. Athabrani dan Al Baihaqi)

Suka banget kan becanda? Saling melemparkan humor dengan tema? Lantas tertawa terbahak-bahak karenanya. Hepi banget kan? Yup, kadang humor bisa membuat hidup terasa lebih ringan.
Humor merupakan anugerah yang luar biasa. Tidak banyak perempuan yang bisa menjadi humoris, tetapi mereka bisa memiliki humor. Rasa humor adalah kemampuan untuk meilhat nsuatu hal , untuk melihat hal-hal yang sungguh-sungguh berharga.
Hidup memang bakalan garing banget kalo melulu ngomongin hal-hal yang serius. Bahkan kita sendiri kadang emoh temenan sama orang yang terlalu serius. Dikit-dikit tersinggung, mana enggak enak banget di ajak ngomong lagi! Humor memang bisa menjadi penyeimbang (sense of equilibrium). Dengan tidak bersikap berat sebelah, perempuan yang bisa mendeteksi reasa humor bisa mendeteksi ketidakseimbangan itu. Karena pandangannya bisa dipusatkan, maka ia bisa melihat dan menikmati ketidakpantasan.
Kadang-kadang kepopuleran seseorang juga bisa didapatkan ketika dia bisa jadi temen yang asyik diajak berbagi humor, omongannya seringkali membuat kita tertawa, dan membuat suasana menyadi lebih hidup. Kita akan menjadi orang yang beruntung ketika bisa mendapatkan keseimbangan mental melalui rasa humor, berkah yang kedua kalinta adalah kita bisa melihat situasi humor yang kita kembangkan. Kita akan bergembira atas diri kita sama baiknya seperti orang-orang yang telah diberi hak istimewa mengenal orang lain.
Tapi melontarkan humor pun harus ada aturan mainnya lho. Kamu jangan suka kelewatan kalo melontarkan humor. Namun, melihat masalah dengan penuh humor juga bisa sedikit melegakan lho!Seperti yang dilakukan oleh Andi, niatnya sih ingin membuat suasan hangat dengan humor-humor konyol tentang badan Anita yang kurus. Tapi justru akhirnya membuat Anita sakit hati dan tidak mau meaafkan kelakuan Andi. Nah kan?
Biar Humor nggak jadi menyakitkan :
Sebelum saling melontarkan humor ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu siapa saja orang yang kita ajak bercanda. Kenali mereka, siapa tahu orang itu memang paling nggak suka berhumor ria.
Sesuaikan juga humor dengan suasana hati. Kalo ada temanmu yang lagi berkabung, kamu nggak perlu mengajaknya bercanda. Dia bisa tersinggung berat!
Situasi dan keadaan juga menentukan apakah humormu nyambung apa nggak. Jangan sampai lagi serius-seriusnya ujian kamu malah bikin pertunjukan komedi. Bisa-bisa kamu dikeluarin dari kelas.
Jangan keterlaluan juga kalo bikin candaan. Pikirkan efek yang akan kamu tanggung ketika humor yang kamu lontarkan menyakitkan orang lain
Humornya jangan merugikan diri sendiri. Misalnya kamu malah menertawakan kekonyolanmu di depan orang banyak. Ih malu-maluin!

No comments: