21 December 2005

GENGSI? Emang musim?!

"Akan muncul dalam umat ini suatu kaum yang melampaui batas kewajaran dalam berthaharah dan berdoa." (HR. Ahmad dan Abu Dawud.)

Gara-gara gengsi yang kegedean kita bisa tertekan lho. Karena gengsi kita jadi melakukan apa yang sesungguhnya jauh di luar kemampuan kita. Semua karena kita ingin dianggap lebih oleh orang lain. Humm, rugi ah! Kenapa sih mesti gila pujian kayak gitu. Coba apa lagi yang diharapkan dari sebuah gengsi selain pujian?
Kita akan tertekan menghadapi tuntutan hati yang selalu saja menginginkan sesuatu yang lebih dari yang kita miliki. Lelah! Ya kelelahan yang pasti akan kita dapatkan. Kelelahan batin!
Misalnya saja, seperti kasus Deta, cewek manis itu emang dilahirkan dengan bakat 'gaul' karena pergaulannya yang luas akhirnya Deta terdampar dalam pergaulan high class. Bagi Deta untuk memasuki lingkup itu adalah suatu kebanggan oleh karena itu wajib baginya untuk mempertahankan pergaulannya itu dengan cara mengikuti trend yang berkembang di dalam lkingkungan itu. Deta mulai menuntut orang tuanya yang cuman pegawa negeri biasa untuk membelikan barang-barang mahal yang dianggapnya bisa mengangkat gengsi. Awalnya karena sayang, orangtuanya berusaha membelikannya tapi lama-lama jebol juga mereka. Akhirnya mereka marah dan Deta merasa tertekan karena sudah terlanjur mengatakan bahwa dirinya sejajar dengan teman-temannya. Kasihan banget Deta!
Ruginya kegedean gengsi :
Batin yang tertekan karena kita terus menerus harus melakukan apa yang sebenarnya di luar kemampuan kita.
Batin yang menderita karena seringkali harus menyembunyikan identitas yang sebenarnya
Terbatasnya pergaulan karena kamu menjadi orang yang sombong dan 'sok'
Kalau akhirnya semua orang tahu bahwa kita melakukan semuanya karena gengsi kita bisa dicap 'nggak tau diri'

No comments: