07 October 2005

Tuhan, Biarkan Waktu yang memutuskan

Ketika sebuah perubahan terjadi apa yang Anda rasakan? Tentu saja jika perubahan itu membaik kita akan banyak-banyak bersyukur. Lantas bagaimana jika ada perubahan memburuk? Tetaplah bersyukur!
Manusia tak pernah lepas dari RASA. Namun, sungguh perkembangan rasa itu, manusia sendiri yang mengatur. Seperti ketika kita mencintai seseorang. Perasaan cinta itu bisa kita tumbuhkembangkan atau dimusnahkan. Itu tentunya terserah kita! Ketika Anda terlibat hubungan serius dengan seseorang, perasaan cinta berkembang dengan pesat. Ketika Anda akhirnya putus hubungan, apa yang Anda pilih? Musnahkan!
Pengalaman memusnahkan perasaan cinta tak cukup hanya dengan teori, perlu ketekadan dan keseriusan niat, terlebih ketika perpisahan terjadi ketika kita masih sangat mencinta.
Sungguh menyedihkan memang ketika kita mengusahakan sesuatu dalam hubungan namun sendirian. Mencinta sendiri, sakit sendiri, memusnahkan sendiri. Selayaknya bekerja, cinta membutuhkan patner solid untuk kompak dalam memutuskan cinta itu akan ditumbuhkembangkan atau dimusnahkan.
Aiih, kali ini saya bingung akan berbicara apa tentang cinta. Karena saya sedang mengusahakan sesuatu mengenai cinta dan itu amat sangat sulit. Tuhan, akhirnya saya membutuhkan waktu untuk memutuskan segalanya.

(Yogyakarta, 6 Oktober 2005)

No comments: