10 October 2005

Anehnya si Cinta!

Cinta itu anugerah Tuhan kepada manusia. Kita bisa saja begitu mencinta, saling mencintai, bahkan mencintai seseorang tapi orang yang kita cintai tidak mencintai diri kita.
Apapun kasus cinta! Cinta tetap anugerah! Yang hadir dari hati seseorang kepada yang lainnya. Tak bisa dipaksakan satu sama lain.
Cinta tumbuh berkembang bahkan mati oleh diri kita sendiri. Ketika cinta itu hadir, hadirnya tak pernah diundang. Ketika akhirnya harus mati, itu pun kadang tidak diharapkan kematiannya.
Persoalannya adalah sebesar apa kita memaklumi perasaan cinta itu. Apakah kita dapat menerima kenyataan ketika kita jatuh cinta pada orang yang tidak mencintai kita? Atau ketika tiba-tiba rasa cinta yang menggunung hancur lebur dalam kurun waktu hitungan detik? Ketika pasangan yang kita cintai besok mencintai orang lain? Atau ketika kita ingin mempertahankan suatu hubungan namun di sisi lain perasaan cinta kita mati perlahan? Siapkah kita dengan keinginan si cinta yang seringkali tak dapat diprediksi kemauannya?
Siapkah saya, siapkah Anda?
Siap atau tidak ternyata kita memang harus menghadapi berbagai kemungkinan dari perasaan cinta kita. Karena cinta hadir tak bisa dipaksakan. Boleh saja kita yang pesimis mengatakan bahwa cinta tak harus memiliki. Jadi saran saya, nikmati saja rasa cinta Anda hari ini, karena kita tak pernah tahu cinta kita besok akan tetap tumbuh atau mati seketika.

(Yogyakarta, 9 Oktober 2005)

No comments: