SELAMAT JALAN KEKASIHKU

Kekasihku, Allah telah mengambilmu terlebih dahulu
Saat menyadari ini, seolah setengah diriku ikut pergi denganmu
Hampa....
Sediiih....
Kekasihku, semalam kita masih bercanda, pagi harinya engkau pergi selamanya
Allah Maha Tahu kenapa Dia mengambilmu tanpa tanda apa-apa
Allah Maha Tahu kenapa Dia mengambilmu saat kita di puncak bahagia bersama
Kekasihku, engkau telah pergi ke surgaNya
Haruskah aku meratapimu?
Aku ingin meratap tapi aku seorang Ibu yang tak ingin ratapanku membuat anak kita sedih
Dia telah kehilangan ayahnya
Aku tak ingin dia kehilangan ibunya yang terus meratapi ayahnya yang telah pergi
Aku sangat sedih kehilanganmu
Jantungku tak berhenti berdebar kencang
Hatiku seperti tercabik-cabik
Tulangku terasa remuk
Aku bahkan begitu lemahnya untuk melangkah
Tapi haruskah aku melemah?
Demi anak kita, aku akan kembali menguat
Aku harus ikhlas seikhlas-ikhlasnya...
Aku harus rela-serelanya..
Aku harus ridho-seridhonya...
Allah Maha Tahu kenapa kita terpisah saat berada di puncak bahagia
Oh ya, aku sudah memesan dua liang lahat, satu untukmu dan kelak satu lagi untukku
Kita akan bersama lagi ya, sayangku
Izinkan aku kembali melanjutkan hidup bersama anak kita
Dialah bukti kebahagiaan kita, lelaki kecil sholeh yang kini menjadi penggantimu
Menjadi pelindungku...
Menjadi sumber bahagiaku...
Kelak saat dia dewasa akan mengenang ayahnya yang hebat dan membuat dirinya menjadi hebat
Ayah menjadi contoh baginya
Ayahnya yang sangat mencintai keluarga...
Ayahnya yang sangat mencintai ibunya...
Ayahnya yang sangat mencintainya...
Ayahnya yang sangat mencintai Tuhannya...
Engkau sudah memberikan teladan terbaik bagi anak kita dan dari kenangan bersamamulah dia akan bertumbuh
Nilai baikmu akan selalu ditirunya hingga dewasa
Suamiku, aku sangat kehilanganmu dan aku akan sangat merindukanmu
Do'akan aku terus melanjutkan langkah-langkah hebat meski tanpa engkau disisiku
Tapi aku percaya, meski engkau tak ada di dunia bersamaku dan anakmu, engkau akan terus memantau kami dari pintu surga
Tenang di surga bersamaNya
Noted:
Puisi ini saya persembahkan untuk wanita hebat, Bunga Citra Lestari


No comments:

Post a Comment

Adbox