MENULIS BUKU itu seperti MEMAHAT SEJARAH.

3:03 PM


KETIKA BUKU PERTAMA SAYA DILAUNCHING tahun 2004, sebuah novel berjudul, "Izinkan Aku Mencinta" dalam bedah buku yang diselenggarakan dengan percaya diri saya mengatakan, "Menulis Bisa Jadi PROFESI"

Tiga tahun kemudian, tahun 2007 saya resign dari pekerjaan dan memutuskan berPROFESI sebagai PENULIS, membangun bisnis di dunia penulisan yang pada masa itu masih dilirik sebelah mata bisa menjadi sebuah bisnis menggiurkan.

Saya tetap melangkah dengan percaya diri sambil menyusun strategi.

Siapa yang menduga INDSCRIPT tetap langgeng hingga saat ini, usia bisnis hampir 11 tahun dengan pencapaian:
Menerbitkan hampir 4.000 judul buku bersama para penerbit di Indonesia
Memiliki lebih dari 400an penulis yang langsung dimanajemeni oleh Indscript
Memiliki komunitas yang dilatih jadi penulis berjumlah lebih dari 20.000 anggota
Diakui secara nasional dengan mendapatkan lebih dari 8 penghargaan di Indonesia
Memiliki jaringan penerbit yang tangguh seperti Gramedia Pustaka Utama, Elex Media, Penebar Swadaya Grup, dan penerbit keren lainnya

Siapa yang menduga? Semua yang TAK TERDUGA bisa DIWUJUDKAN karena KEYAKINAN dan KESERIUSAN MELANGKAH.

MEMANG TIDAK MUDAH JADI PENULIS
Harus berjuang menuliskan naskah hingga selesai dan ini butuh peluh
Setelah naskah selesai harus menjajakan pada penerbit dan ini butuh ekstra kesabaran
Setelah ACC penerbit pun harus menunggu hingga tuntas bisa terbit
Oke kalau terbit, kalau mendadaak penerbit cancel terbitkan?
Heeeeffff berjuang lagi!

Seperti itulah perjuangan seorang penulis, penulis itu harus punya mental yang tangguh.
Maka kita harus mempersiapkan diri untuk menikmati prosesnya denga penuh kebahagian, karena memang jalannya tidak selalu manis

MENULIS BUKU itu seperti MEMAHAT SEJARAH. 

Usia manusia tak abadi, bukulah yang membuat ABADI

LALU, jika ada yang tanya, "Teteh, saya mau jadi penulis buku, gimana awalnya?"
Saya jawab:
AWALNYA ADALAH BERANI NULIS!

Sudah siap jadi penulis?




You Might Also Like

0 komentar