Menghargai Nyawa dengan Melahirkan Karya

1:32 AM

-
-
Yaa, semua setuju bila mengatakan hidup anugerah. Karena nikmat hidup tidak akan terasa bila tubuh dan jiwa mengalami sakit. Lalu pertanyaannya ialah mengapa ada segelintir orang yang tega menyakiti dirinya sendiri bahkan sampai mengakhiri hidup yang tidak pernah ia pinta sebelumnya?

Viral pemberitaan mengenai pesohor dari negeri gingseng sana, Korea Selatan yang melakukan bunuh diri. Nauzubillahi...

Konon, era sekarang aksi bunuh diri seperti yang dilakukan oleh selebritas pria tersebut merupakan sebuah aksi yang nyaris menjadi ‘hal yang biasa’ di negara asalnya. Sama halnya dengan di Jepang, aksi suicide dianggap merupakan sebuah jalan keluar dari persoalan sulit yang tidak bisa dipecahkan akal sehat manusia.

Apapun alasannya, menghilangkan nyawa diri sendiri tetaplah sebuah DOSA BESAR. Jika dengan dalih mencari jalan keluar dari masalah, bukan demikian caranya.
Manusia hanya dibekali se-ujung kuku ilmu dan akal oleh Tuhan.
Selebihnya?
IMAN...!
Bergantung dan meng-hamba-lah hanya kepada-Nya.

Saya teramat meyakini bahwa dalam setiap permasalahan yang Tuhan izinkan berlaku pada diri kita, selalu ada LEMBARAN JAWABAN atas segalanya.

Hanya butuh FOKUS PADA SOLUSI.
SOLUSI..
DAN SOLUSI...

Yakinkan Tuhan dan diri sendiri bahwa DIA tidak salah memilih manusia sebagai khalifatul ardi. Khalifah di bumi ini.

Bagaimana caranya?

BERKARYA...
Melakukan sesuatu yang berarti buat diri sendiri dan orang lain. Karena manusia yang paling baik adalah yang paling banyak menebar manfaat di muka bumi.

Bila Anda sebagai pebisnis, lakukan INOVASI-INOVASI yang tidak henti sampai otak berhenti berfikir dengan sendirinya. Karena dalam bisnis ada esensi muamalah, bersosialisasi, bergaul dengan manusia lain.

Bila Anda sebagai penulis, tuliskanlah kata-kata yang membakar semangat, MENGINSPIRASI orang lain. Supaya kelak ketika ragamu terkubur dan menjadi makanan lezat cacing dalam tanah, namamu tetap harum membersamai peradaban yang tidak akan pernah lepas dari ingatan  sejarah.

Bukankah dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa manusia di ciptakan ke dunia hanya untuk berbuat baik, beribadah?

Berkarya merupakan bagian penting dari ibadah itu. Maka seluruh anggota tubuh yang berkarya itu akan menjadi saksi di hari akhir nanti. Akan dipertanggungjawabkan segalanya.

Mari cintai hidup kita yang hanya terdiri dari batas waktu yang sangat singkat. Hanya antara ikomat dan azan.

Berkumpullah dengan kelompok yang membangun jiwa, membangun mentalitas baik, men-support kegiatan positifmu.

Ada grup Ibu-ibu Doyan Bisnis (IIDB), Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN), grup Emak Pintar wilayah yang tersebar diseluruh Nusantara. Baru menetas tempo hari Emak Pintar Bali. Pastikan Anda sudah tergabung dalam kelompok perempuan yang telah melahirkan puluhan bahkan ratusan hingga ribuan karya. 
Subhanalah...

Bersama INDSCRIPT, perempuan Indonesia siap menyongsong tahun baru 2018 dengan KARYA yang gemilang...

You Might Also Like

0 komentar