08 November 2017

royal wedding Anak Presiden dan Adab Tata Laksana Pesta Pernikahan

Pernikahan para anak petinggi negara selalu mendapat sorotan dari berbagai kalangan. Terutama dari kalangan masyarakat sipil. Sejatinya pernikahan merupakan upacara sakral yang akan dilalui kebanyakan orang.

Namun bagaimana dengan pernikahan yang diadakan oleh anak-anak presiden?

Viral pemberitaan mengenai pernikahan Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution di hampir semua media lokal. Bahkan beberapa stasiun televisi menjadikannya berita utama dan meliput acara pernikahan anak perempuan orang nomor satu di Indonesia ini.
Menurut informasi ada sekitar 8000-an lebih undangan yang di sebar, meliputi kerabat, kolega serta para sahabat kedua mempelai. Sebagai anak presiden, tentulah banyak yang bertanya-tanya tentang estimasi biaya pernikahan besar ini. 

Di lansir dari beberapa media, pihak keluarga memesan beberapa peralatan berikut ini dan kisaran harganya.
1.    1. Beskap. Keduanya memesan 70 beskap untuk seluruh keluarga dengan harga Rp. 550.000 per buah. Ditambah dengan satu potong kain sikepan seharga Rp. 675.000 per-potongnya.
2.   2.Gedung pernikahan. Meskipun menggunakan gedung milik keluarga namun estimasi biaya bisa dihitung sekitar lebih kurang Rp. 69 juta.
3.  3. Kereta Kuda. Ada 4 kereta kuda yang akan digunakan untuk membawa rombongan keluarga Kahiyang dan 4 kereta kuda lagi untuk rombongan keluarga Bobby. Total kuda yang dipersiapkan 16 ekor.

Acara pernikahan seorang anak presiden ini, dinilai beberapa politisi tanah air termasuk mewah dan mendapat sindiran tajam. Upacara adat Jawa yang dimulai dengan pemasangan blaketepe kemarin menyisakan banyak tanda tanya tentang biaya, tata laksana dan pihak-pihak yang terkait dengan acara tersebut.

Lalu mengapa disebut pernikahan ini adalah Royal Wedding? Karena yang menikah ini merupakan putri presiden Indonesia, Joko Widodo.

Lantas seperti apakah adab tata laksana perayaan pernikahan secara umum?

-Luruskan niat bahwa resepsi pernikahan adalah sebagai ajang mempererat silaturahim sehingga harta yang dibelanjakan menjadi amal baik bagi pihak pengantin dan keluarganya.
-Menghidangkan jamuan sesuai dengan kemampuan masing-masing pihak keluarga. Tuan rumah tidak mesti memberatkan diri dengan mengadakan jamuan diluar kemampuan finansialnya dengan hanya beralasan agar dipuji dan di sanjung.
-Mengundang semua karib kerabat, tetangga, rekan-rekan baik dari golongan kaya dan miskin. Resepsi pernikahan merupakan salah satu cara pengumuman bahwa telah terjadi pernikahan antara si A dan si B selain itu juga untuk menguatkan tali persaudaraan. Undangan yang di sebar diharapkan menjangkau semua kalangan demi untuk menghindari kecemburuan sosial antara si kaya dan si miskin.
-Tidak berlebihan. Sebenarnya tidak ada larangan untuk mengadakan pesta mewah dan besar bagi yang memiliki kelebihan rezeki. Namun alangkah baiknya pesta diadakan dalam nuansa yang sederhana, mengingat agar tidak terjadinya kesenjangan sosial dalam masyarakat. Sebab ukuran sederhana dan mewah dalam kacamata seseorang sangar relatif dan bersifat subjektif. Ada baiknya bagi yang memiliki kelebihan rezeki  menyalurkannya dalam badan amal atau yayasan sosial.
-Orang yang diundang, wajib memenuhi undangan kecuali ada halangan yang sangat signifikan. Ketika kita diundang untuk menghadiri suatu resepsi maka jatuhlah kewajiban untuk memenuhinya. Kecuali ada halangan yang benar-benar tidak bisa diabaikan.


Nah, bagaimana menurut saudaraku dengan konsep royal wedding serta adab respesi pernikahan diatas? 
Pilihan tetap ada pada Anda dengan segala dampak baik dan buruknya. 

No comments: