19 September 2017

UTANG Itu Beban (II)



Teh, saya ingin bayar utang tapi saya nggak bisa ngapa-ngapain buat dapetin uang.
Teh, saya mau jualan nggak punya modal.
Teh, tolong lunasi utang saya di rentenir.
Teh, saya tahu RIBA itu memang haram dan saya tidak mau melakukannya. Namun, karena saya butuh uang dan terpaksa harus pinjam, bolehkah saya pinjam ke teteh?
Teh, bagaimana cara lunas utang?
Demikian ungkapan beberapa perempuan yang saya kenal.

Kuncinya : NIAT dan mau JUNGKIR BALIK.  Modal paling penting saat berikhtiar adalah ILMU, nanti apapun bisa dijual meski tanpa modal

Kenapa saya tidak mau mengUTANGkan? sebab saya tahu rasanya PUNYA UTANG.    
UTANG itu JADI BEBAN karena harus DIBAYAR
Jadi MUSUHAN karena nggak bisa bayar
Jadi PENGHALANG masuk surga karena tak mampu bayar.

BEGINILAH REALITA di lapangan, saat saya mulai campaign tentang PEMBEBASAN UTANG RIBA, tetiba saya diminta mengUTANGKAN karena butuh uang dan nggak pengen RIBA.
Baiklah, mungkin inilah  saatnya saya harus lebih giat mengEDUKASI untuk:
1. Menurunkan GAYA HIDUP
2. Bagaimanapun caranya UTANG ADALAH BEBAN
3. Jangan biasakan BERUTANG
4. Diskusi dari hati ke hati tentang MINIMALISIR KEBUTUHAN sesuai SAKU

Terakhir saya bilang, "Saya tidak akan mengUTANGKAN sebab saya tidak mau jadi BEBAN saat membayar, jadi MUSUH karena Anda tak bisa bayar, jadi PENGHALANG masuk surga karena Anda tak mampu bayar" 

Bismillah, hari ini mulai gerilya pembebasan utang rentenir di ring satu INDBLACK.
Ya, setelah membebaskan UTANG RIBA, komitmen selanjutnya adalah MEMBERIKAN PEKERJAAN pada korban Riba, 

Bismillah bersama ALLAH dan INDBLACK 1000 perempuan terserap dalam waktu cepat.  INDBLACK bukanlah sekedar jual handsock atau hand wallet TAPI kami membuat KAMPUNG PRODUKTIF untuk perempuan.  Dari perempuan untuk perempuan.  Bebaskan perempuan dari RIBA.

Ah, kalau sudah membicarakan RIBA, pasti penuh derai airmata betapa ngeRIBAnget efeknya
MeRIBA untuk ngontrak rumah sekeluarga, dengan suami penghasilan kadang ada kadang nggak. 

Bagaimanapun utang itu ENAK di awal, ENEKnya ya pas BAYAR

MeRIBA untuk menikah.  Iya, untuk menikah!  TEGAnya anak pada orangtua itu adalah ORANGTUA harus UTANG untuk MENIKAHKAN.  

Pesan saya untuk Anda semua yang mau menikah : NIKAHLAH dengan BIAYA SENDIRI.  NIKAH itu bukan masalah resepsi di GEDUNG mana tapi setelah nikah mau TINGGAL dimana. Waktu saya dan suami NIKAH biayanya cuman 12 JUTA dan ini hasil NABUNG dan ARISAN.  Jangan pernah bebani orang tua biaya nikah.  

Yuk, say NO to RIBA dengan tujuan apapun.
Bismillah.

No comments: