03 August 2017

BUN, ANAK HANYA BUTUH PELUKAN UNTUK MEREDAKAN SEDIH DAN MARAHNYA (Ketika anak memberikan masukan pada pola didik orangtuanya)



Semalam, saya, Nanit, dan Ammar diskusi. Diskusi diawali dengan pertanyaan saya, "Adakah kekurangan dan kelebihan Bunda dalam mendidik kalian, Bunda minta masukannya dong"

Nanit, si sulung dengan ekspresif menjawab, "Kadang aku sakit hati sama Bunda" ujarnya.
"Wah, apa yang membuat sakit hati?" tanya saya

Dia mengatakan...
Kalau aku menangis karena diledekin teman, Bunda bilang, "nggak perlu nangis kalau hanya hal kecil seperti itu, bilang sama temanmu, meledek tak boleh berlebihan, cukup dengan itu"
Kalau aku nangis karena berantem, Bunda bilang, "Berantem sama teman tidak perlu menangis, lawan jika memang kamu benar"
Kalau aku kayak menangis karena takut, Bunda bilang, "Tidak perlu menangis, ini salahsatu cara melatih keberanian"
Ada banyak hal Bunda katakan kalau aku nangis, aku sebeeeel, Bunda kasih nasehat terus! ujar Nanit dengan jelas.

"Udah gitu Bunda peluk, sebelnya ilang nggak?" tanya saya.
Kata Nanit lagi:
Kalau sudah dipeluk sebelnya ilang terus aku cari ngerasa lebih kuat aja dan inget terus apa yang dikatakan oleh Bunda.
"Ternyata Bun, anak-anak itu memang saat dinasehati suka sebel, karena anak-anak itu butuhnya PELUKAN" sahut Nanit 

Lalu, Ammar mengemukakan kalau Bundanya marah jangan diam, meski dia sedang nyebelin
"Kalau Ammar bikin Bunda kesel, Ammar lagi marah ke Bunda, Bunda peluk aja ya..."

Oh anak-anak butuh lebih banyak pelukan

INTROSPEKSI buat saya dari hasil perbincangan kami adalah:
Pertama, Kalau saya marah kadang saya diam
Kedua, Saya nasehatin di awal, pelukan kemudian, anak-anak lebih menyukai peluk dulu baru nasehatin
Ketiga, Saya butuh belajar lebih banyak tentang dunia anak 

TAPI, dari hasil perbincangan kemarin, saya makin tahu bahwa ANAK-ANAK yang MENGOREKSI POLA DIDIK ORANGTUANYA AKAN MENYEMPURNAKAN LANGKAH ORANGTUANYA DALAM MENDIDIK.
Orangtua tak perlu malu bertanya pada anak, sebab orangtua adalah manusia biasa, ada kurang dan ada lebihnya.
Anak yang kita didik bisa menjadi partner menyempurnakan diri

Terakhir Nanit mengatakan bahwa, "Cara Bunda mendidik membuat aku kuat dan bisa menghadapi banyak hal, salahsatunya adalah MELAWAN dan MELAPORKAN kejadian tak menyenangkan yang aku alami."

Oke Nak, kita belajar bareng ya, karena Bunda juga harus kuat sebagai ibumu...

No comments: