24 July 2017

SEANDAINYA SOCIAL MEDIA DITIADAKAN (Apakah social media tidak ada, kiamat buat kita? Sebaiknya tidak!)



Seandainya social media ditiadakan....
Mungkin kita akan sedikit mundur ke belakang
Sebab adanya social media adalah kemajuan bagi kita

Dari yang biasa ketemu fisik, bisa shilaturahmi secara online
Dari yang jualan di warung, bisa lebih luas jualan di online
Dari yang ketemu setahun sekali, bisa mengobrol tiap hari
Dari yang lebaran mengirimkan kartu ke pos satu persatu ke setiap rumah, jadi bisa mengirimkan satu kartu online ke ratusan alamat online
Dari yang cari teman musti datang ke acara arisan, gathering, pertemuan yang ramai, sekarang tinggal join di socmed dan add teman baru, puluhan teman baru setiap hari *aaah indahnya
Dari pola belajar duduk di kelas, sekarang berubah di depan layar gadget dan komputer: google, youtube, facebook memberikan banyak ilmu
Dari ibu-ibu yang bingung mau dapat penghasilan darimana tanpa ke luar rumah, berubah menjadi euforia online shop yang luar biasa memberikan efek positif perekonomian keluarga

MESKI perkembangan positif dibarengi perkembangan negatif juga
Dari online, kemarahan mempengaruhi ketentraman
Dari online, semua orang bebas menghina orang yang dia mau
Dari online, HOAX membuat kericuhan
Dengan online, anak-anak terpapar pornografi

Dengan adanya online, akun-akun tak bertanggungjawab menjerat remaja dalam kemaksiatan
Dengan adanya online, orang "cerdas" menipu disana-disini
Dengan online, agama dihina *Naudzubillah
Adanya online, perselingkuhan dipermudah *mengerikan
Online memintarkan, memanjakan, memabukkan, menjerumuskan, membakar, dan banyak hal lain, TINGGAL KITA YANG CERDAS MAU MENGGUNAKAN KE ARAH MANA.
Ketika ada kabar telegram akan diblokir, menyusul FB dan youtube, MUNGKIN kita akan mundur ke belakang
Ada yang menjadi TIDAK MUDAH
TAPI, bisa jadi ada yang menjadi LEBIH SEHAT
Ada negatif dan positif yang akan terjadi
Sebagian anak-anak yang sudah 'terpapar virus negatif' akan tertutup akses menonton pornografi TAPI ibu-ibu kehilangan akses mencari pelanggan lebih banyak
Sebagian remaja akan tertutup akses eksistensi yang salah TAPI kaum intelektual kehilangan pola cepat menyampaikan ilmunya

Ada banyak positif
Ada banyak negatif
Keduanya jelas merasa rugi:
Yang menggunakan social media untuk hal POSITIF akan kehilangan sisi positifnya
Yang menggunakan social media untuk hal negatif akan sakaw karena candunya

TAPI, alih-alih mengutuk pemerintahan yang saya tidak paham pertimbangan apa saja sehingga menutup social media. Mari, kita mulai mencari plan B, C, D, E, dan Z sehingga kita bisa tetap:
- Mencari ilmu
- Jualan
- Bershilaturahmi
dan hal POSITIF lainnya

BISA JADI, ditutupnya social media membuat kita makin kreatif berpikir bagaimana menyebarkan ilmu:
1. Makin aktif menulis buku dibandingkan scrolling beranda orang
2. Makin aktif baca Qur'an dibandingkan memegang HP
. Makin harmonis dengan pasangan karena tak terpapar berita sang mantan
4. Makin perhatian sama anak karena tidak disibukkan online shop yang ramai

BISA JADI!
TAPI BISA JADI, kita mundur ke belakang, seperti dunia selebar daun kelor doang atau seperti katak dalam tempurung.
Ada BERBAGAI KEMUNGKINAN TERJADI tetapi kemungkinan baik dan buruk setiap oranglah penentunya.
Semoga Allah memberi jalan terbaik untuk kita semua
MARI TERUS BERJUANG!
Salam Pejuang Online

No comments: