24 July 2017

JADI PRODUSEN ITU TERNYATA... (Ketika produsen pemula terus mencari cara)



Memutuskan untuk memasukkan bisnis FASHION dalam satu bisnis yang akan saya jalankan selanjutnya, bukanlah tanpa alasan. 

Kenapa tidak memilih tas?
Kenapa tidak memilih baju?
Kenapa tidak memilih sepatu?
Atau produk lain yang sekarang lagi booming

MALAH saya memilih menjadi produsen HANDSOCK? awalnya karena kebutuhan diri sendiri akan handsock, lalu merasa bikin handsock lebih mudah dibandingkan semua produk yang saya sebutkan diatas.

TERNYATA....
Hahahaa, tidak juga!
Sebelum memulai masuk ke bisnis ini, yang saya tambah dulu ilmunya.
Dengan serius saya belajar dua kali dalam seminggu, investasi yang tidak sedikit untuk ilmu di dunia fashion, dan komitmen mengalokasikan konsentrasi di saat orang lain liburan di wiken, saya malah belajar 

Apa yang saya sangka jadi produsen handsock itu mudah, aaaah ternyata itu karena saya mengecilkan kain mungil di tangan itu. SETELAH dapat ilmunya, saya merasa kosong melompong isi kepala 

SAYA TAK TAHU APA-APA DI DUNIA FASHION! ihiks
Saya serius belajar dan makin tak tahu apa-apa.TAPI, saya makin semangat untuk PRAKTIK dari setiap ilmu yang diajarkan.

Di hari pertama masuk kelas, saya ujicoba membuat handsock dengan mengorbankan 5 pasang kaos kaki wkwkwk

Hasilnya? Yes sure so bad!
Bukan Indari kalau nggak pede, hari kedua belajar saya memutuskan nama brand In-Black, membuat fanpage, dan terus melakukan uji jahit.

"Saya serius Ay, membuat bisnis ini" ujar saya
Suami melihat kesungguhan saya, dan memberi saya uang 2 juta rupiah untuk uji jahit pertama.
Dia berikan uang dua juta itu sebagai MODAL AWAL padahal buat dibakar di ujicoba
Setiap ilmu saya pakai ujicoba, ide muncul dimana-mana, saya tangkap dan saya jadikan ide membuat handsock.
Entah sudah berapa banyak handsock saya hasilkan, entah sudah berapa banyak packing saya beli, entah sudah berapa banyak yang gagal, dan SAYA TAK MENYERAH!

Semakin kesini semakin terlihat kepremium-an In Black, bahkan guru fashion saya mengatakan, "Belum ada di Indonesia yang benar-benar serius hanya fokus di handsock apalagi premium, kelak kamu ikut kegiatan di Indonesia Fashion Week juga, bakal jadi the first"

MIMPI saya sudah menjalar kemana-mana dan terus melakukan ujicoba, makin lama makin haus untuk mempelajari dan expert di bidang ini.

Sepulang belajar kelas fashion, suami saya mengatakan, "Kemungkinan kita akan rekrut orang ahli yang mengurus produksinya, sekaligus QC untuk mengurus In-Black, saya sudah ketemu orangnya dan akan bertemu kembali sekarang. Apakah kamu setuju?" oalaaaaa, produsen pemula akan dibantu yang ahli dalam produksi tentu sangat menyenangkan 

"Beliau sudah terlink dengan konveksi beberapa merk besar di Indonesia, tinggal jalan saja." sambung suami

Aaaaah, produsen pemula merasa terbang ke udara. SAAT TERUS MENCARI CARA semua pintu TERBUKA...

Jadi produsen pemula, mungkin akan mengalami banyak gagal di awal, tapi akan menghasilkan produk yang sempurna saat diluncurkan di pasar. APALAGI, sudah ada 53 calon marketer bergabung dengan In-Black hari ini.

Bismillah, In-Black akan menyusul IndScript untuk memasuki pasar Indonesia, bismillah

Terimakasih suamiku Ayah Deky Tasdikin untuk supportnya pada istrimu yang selalu meloncat-loncat idenya hehehe

No comments: