24 July 2017

PEREMPUAN, YANG BERBURUK SANGKA (Ketika Perempuan Menjadi Pembuka Aib, Penghina,Menyakiti Perempuan Lainnya)

Terasakah jika, mungkin ada penyakit di hati ini?
Iri pada perempuan yang dianggap lebih beruntung.
Dengki pada perempuan yang dianggap lebih sukses.
Sebal pada perempuan yang lebih aktif.
Jijik pada perempuan yang dianggap nggak pantas.
Perasaan-perasaan yang menggelayut di hati dan jadi pengikis pahala.
Terutama ketika..
Iri, dengki, sebal, dan jijik berubah menjadi ghibah bahkan fitnah.

"Jeng, ternyata dia itu...."
"Sssst, tahu nggak kalau si dia..."
"Ini mah gue denger dari orang yang terpercaya kalau dia itu..."
"Ampun deh si itu, dia bla bla bla ternyata, oh pantesan ya...."

Dulu, obrolan semacam ini ada di pertemuan nyata: arisan, kumpul santai, hingga netangga
Sekarang, kita bisa kok menangkap iri, dengki, sebal, dan jijik melalui status yang berseliweran.
Sangat mudah ditangkap energinya!

BAHKAN, tidak iri, dengki, sebal, dan jijik itu tidak lagi butuh alasan dan tidak butuh kenal.
Perempuan bisa saling mengghibah, menghujat, mengejek, menghina, memblackcampaign, hanya karena kabarkabur dari temannya yang baru menshare, baru dengar, baru tahu, pun temannya tidak kenal orang yang dihujat tersebut *naudzubillah

Perbincangan antar penghuni di social media kadang membuat saya miris, alih-alih menambah kebaikan dengan menyebarkan kebaikan melalui status justru bisa mengikis kebaikan diri sendiri
*naudzubillah

Anda tidak akan benar-benar mengenal orang jika tak pernah bergaul dengannya
JADI, berhentilah Bu, untuk menggunjing seseorang yang Anda sendiri tidak pernah mengenalnya
Berhentilah menghina seseorang yang Anda sama sekali belum bertemu dengannya
Kita perempuan, mari rasakan perasaan sesama perempuan yang menjadi tertutuh, terfitnah, dan tersakiti.

Kita perempuan, dan tempatkan diri menjadi dirinya.
Enakkah rasanya jika digunjingkan?
Bahagiakah jika dighibahkan apalagi difitnah?
Ingat Bu, status kita sejarah kita.
Ingat Bu, status kita adalah diri kita.
Ingat Bu, tulisan kita bisa menjadi ancaman untuk kita sendiri.

Tulisanmu Harimaumu.
Jika sebelum ada social media, "Mulutmu harimau yang bisa menerkammu"
Setelah ada social media, "Statusmu pembunuh pahalamu dan mencekik masa depanmu"
Hati-hati dengan status yang kita tujukan pada perempuan lain, sekali lagi.
BERBAIKSANGKALAH pada sesama perempuan
Jika pun ada perempuan salah, tegurlah baik-baik melalui inbox personal.
Jika ada yang salah, ajaklah bertemu dan diskusi dengannya.
TAK PERLU, kau sebarkan aib di social media sehingga lebih banyak orang yang "tak tahu" menjadi tahu dan akhirnya ikut terbakar, terpancing, dan mengikuti gerakanmu. *Naudzubillah.

Q.S. Al Hujarat ayat 12 :
Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mat? Tentu kamu merasa jijik...

THE POWER OF EMAK harus digunakan untuk jalan kebaikan bukan keburukan.

BURUK SANGKA pasti ada dalam diri kita tapi tak perlu mengeluarkan isi hati sehingga orang lain tahu dan ikut berburuk sangka, bukan?

Allah Maha Menutupi aib manusia, maka alangkah celakanya kita yang membuka aib manusia lainnya. Khawatirkanlah aib diri sendiri dan berterimakasihlah pada Allah karena sudah menutupi aib kita.

Tidak ada manusia sempurna selain manusia yang ditutupi aibnya oleh Allah

No comments: