10 July 2017

BU, MARI KEMBALIKAN DUNIA ANAK-ANAK YANG AMAN DAN NYAMAN (Cara menjauhkan anak dari warnet dan gadget dengan arena bermain kreatif)


Anak-anak telah kehilangan dunia anak-anak, mereka sudah bercampur dengan dunia orang dewasa *demikian batin saya menjerit-jerit setiap melihat anak-anak lewat di depan rumah.
"Saya harus bergerak bukan hanya menjerit!" 

INILAH yang membuat saya akhirnya terjun langsung di Sekolah Gratis yang didirikan oleh Nanit http://www.hanivamagazine.com/?p=932, saya harus bergerak membuat anak-anak kembali memiliki ZONA ANAK. MUNGKIN, melalui inisiatif Nanit saya bisa melakukannya. Anak-anak akan didekati oleh anak-anak.

RAMADHAN menjadi awal terjunnya saya ke dunia anak-anak. Saya menyulap teras rumah menjadi ruang bermain anak. Saya yang sukanya rapi sudah tidak peduli ruangan menjadi berantakan__Demi anak-anak!

Bagaimana dengan ibu-ibu yang menjadi FOKUS pembinaan saya? tetap saya kelola melalui komunitas.

Untuk yang berbisnis saya kelola di grup ibu-ibu Doyan Bisnis
Link ada disini:
https://www.facebook.com/groups/ibudoyanbisnis/?fref=ts
Pembinaan ibu-ibu penulis saya kelola di grup ibu-ibu Doyan Nulis
Link ada disini:
SEDANGKAN Facebook personal saya jadikan tempat untuk mengcampaign mengenai SOSIAL termasuk pembinaan anak-anak.

Semua karena saya merasa harus bergerak! Bukan hanya untuk membina ibu-ibu tapi juga melakukan yang saya bisa untuk anak-anak, bismillah, semoga...

SATU HAL yang membuat saya miris memang kondisi anak-anak yang saat ini sudah lebih dewasa sebelum waktunya dalam urusan negatif, meski kematangan berpikirnya sangat jauh dari yang diharapkan *mengutip ungkapan sahabat saya, teh Ida S. Widayanti.

Apa saja yang bisa kita lakukan untuk mengembalikan dunia anak-anak menjadi dunia yang aman untuk mereka bertumbuh?

Pertama, BERNIAT TULUS menjadi ibu mereka tanpa tebang pilih. Siapapun anak-anak yang kita temui, darimanapun latar belakangnya, bagaimanapun kondisinya, adalah anak-anak kita yang harus dirangkul dan diberikan kasih sayang yang cukup.

Kedua, MENYIAPKAN SATU RUANG di RUMAH untuk dijadikan tempat bermain anak-anak atau bisa dibilang menjadi ruang mengasuh anak. Misalnya saya, menyediakan teras rumah yang menjadi Sekolah Gratis setiap sore. *bahkan pagi, siang, sore anak-anak ramai disana

Ketiga, MENYIAPKAN WAKTU untuk memikirkan langkah edukasi anak-anak dengan cara yang kreatif sebab anak-anak amat mudah bosan. *kecuali gadget tak membuat mereka bosan

Keempat, AJAK DULU SEDIKIT ANAK untuk datang tidak perlu langsung merangkul semua anak. Sedikit anak yang betah di rumah kita akan mengajak lebih banyak anak lainnya untuk datang ke rumah kita.

Kelima, PERBANYAK DISKUSI dengan ahlinya. Ini yang saya lakukan sebab saya sendiri juga paham minimnya ilmu saya dalam mengajar anak. Saya berdiskusi dengan ahli psikologi dan juga praktisi untuk memberikan arahan langkah saya terjun ke dunia anak.

Keenam, JADI SAHABAT anak, bukan menjadi orang yang SERBA MELARANG tapi saya menggali mereka sebagai IBU PENDENGAR. Misalnya ketika ada anak melakukan kesalahan, saya ajak dia ngobrol berdua.

Ketujuh, MEMBORBARDIR ANAK dengan KATA-KATA POSITIF, misalnya saja dengan lagu Sekolah Gratis yang memang dipenuhi kata positif. Anda bisa lihat disini:

SEKOLAH GRATIS

Ciptaan: Qanita dan Bunda Nanit

Di Sekolah Gratis belajar CINTA ALLAH

Di Sekolah Gratis meniru AKHLAK NABI

Di Sekolah Gratis jadi PEMBERANI

Di Sekolah Gratis jadi ANAK KREATIF

Di Sekolah Gratis jadi ANAK AKTIF

Di Sekolah Gratis aku lebih BERBUDI

DI Sekolah Gratis selalu BERPRESTASI

Oooooh Sekolah Gratis, Sekolah kita semua

Sekolah Gratis, Sekolahnya Anak Indonesia

Yeaaaaaaaa......

Kedelapan, MENYIBUKKAN ANAK DENGAN AKTIVITAS FISIK, inilah yang membuat mereka lebih fokus bergerak, berkeringat, dan lupa duduk https://www.facebook.com/images/emoji.php/v9/f4c/1/16/1f642.png:). Saya membuat setiap kelas bergerak bukan hanya duduk diam. Mereka sibuk mengikuti lomba, gotong royong, bernyanyi, bermain, dan terus bergerak.

Kesembilan, MENGATAKAN PADA ANAK YANG SESUNGGUHNYA terkait dampak seringnya main ke warnet dan pengaruh gadget. Tidak perlu tendeng aling-aling lagi karena memang bahayanya luar biasa jika anak-anak tidak paham dengan cepat pengaruh negatifnya. 

Kesepuluh, MELIBATKAN LEBIH BANYAK ORANG di ruang bermain anak yang menyenangkan mereka. Itulah sebabnya saya terus menambah sejumlah sukarelawan yang mau terlibat untuk mengasuh anak dengan kreatif. Guru seni peran, guru silat, guru rawat tubuh, guru keterampilan, dan ada banyak guru akan terus kami libatkan. KENAPA saya libatkan? karena saya terbatas dalam hal ilmu dan saya yakin BERSAMA KITA BISA!

Ada banyak tips yang mungkin bisa juga Anda share kepada saya dan ibu-ibu lainnya, dengan harapan kita bisa bersama-sama MENGEMBALIKAN DUNIA ANAK-ANAK yang AMAN dan NYAMAN sehingga mereka bisa menjadi GENERASI EMAS INDONESIA.

Alhamdulillah banyak laporan anak yang positif saat ini:

"BUN, dulu aku sering ke warnet, tiap hari malah, sekarang udah nggak" ujar anak-anak gembira

"Aku sudah nggak ngomong kasar loh, Bun" pamer anak-anak

"Aku sholat subuh loh sekarang" nyengir

"Aku betah bermain di Sekolah Gratis" ujarnya

90% anak di Sekolah Gratis (https://t.me/joinchat/AAAAAELxfC5Yb2AeVY8-rQ) berubah sedikit demi sedikit dengan pembinaan INTENS 30 HARI. 

Apakah, ibu-ibu ada yang siap mengasuh anak-anak dalam 30 hari PERTAMA? dan selanjutnya Anda akan JATUH CINTA untuk mengasuh mereka SELAMANYA. InsyaAllah...

Mari bu, kita bergerak bersama untuk mengembalikan dunia anak-anak kita dan anak-anak di sekitar kita.

Mari bu, meminimalisir kenakalan anak dengan kreatif bukan dengan vonis sadis.

Anakku....Anakmu...Anak kita semua

No comments: