27 December 2016

Belanja Online Nggak Perlu KHAWATIR!



Sudah banyak yang terpercaya
Sudah jutaan produk keren hasil kreativitas perempuan Indonesia
Sudah nggak kehitung hasil yang luar biasa sebagai penggunanya
Senaaaaang sama perempuan Indonesia yang membangun kepercayaan PELANGGAN sebelum melakukan transaksi
BANGUN HUBUNGAN yang asyik sampai akhirnya jadi PELANGGAN
Saya salah satu yang dibangun hubungannya hingga akhirnya jadi pembelinya
Intinya, jangan jualan tapi mulai bangun HUBUNGAN emosional alias kedekatan.  Intinya lakukan penjualan dengan hati.  Buatlah status-status promosi dengan hati.  Kalau dimulai dari hati, maka tembusnya ke hati juga.
Membangun hubungan, follow up, ngiklan pakai heart selling, pembinaan reseller, meeting team, update produk dan desain iklan.
Coba dicek rata-rata pebisnis bisa begitu kerennya dalam bisnis pasti yang bakal kelihatan di awal adalah KELUWESANNYA BERGAUL
Temannya banyak...
Pelanggannya betah...
Semua berawal dari TEMAN meski tak semua teman akan jadi PELANGGAN kita
Selling Is About Friendship
Persahabatan dan hubungan yang bisa membangun bisnis
Saya sekali lagi menekankan BERTEMANLAH sebelum BERIKLAN
Kalau perlu JANGAN BERIKLAN karena lambat laun teman Anda tahu kok apa yang Anda jual dan usaha yang Anda jalankan
Lambat laun? Lama dong CLOSINGNYA?
Ealaaaah jangan juga mikir closing muluuu, SELFIES banget siiih
Nikmatilah prosesnya
Jangan memikirkan DIRI SENDIRI terus dengan membangun hubungan kita juga memikirkan ORANG LAIN yang akan membeli produk kita
Dengan membangun hubungan, pelanggan akan makin tahu:

1. Apa yang dia beli
2. Apa keunggulannya
3. Siapa penjualnya
4. Apa manfaatnya dibandingkan produk lain

Bukan hanya sekadar MEMBELI

Membangun hubungan itu apa? Kepoin orangkah? Bukaaaan. Kan saya pernah bilang, pebisnis itu musti STOP JUALAN tapi BANGUN HUBUNGAN.  Artinya jangan NGIKLAN MELULU tapi mulai berinteraksi dengan banyak orang.  Misalnya menanyakan kabar dan saling bertukar informasi.
Tak hanya dengan pelanggan, sesama perempuan pebisnis kita bisa saling bertukar info dan makanan,
INI kalau di sosial media disebutnya ENDORS.
Jadi endors nggak selalu musti sama orang beken, sesama penjual bisa saling endors BIAR SALING LAKU DAGANGANNYA
Jadi, mau jadi penjual seperti apakah kita?
Kalau saya mau jadi penjual yang:
Manis...
Menyenangkan...
Dikangenin..
Biar:
Jadi kayak GULA, kemana perginya kita dikerumunin banyak orang.
Kalau Anda?

No comments: