20 April 2016

Panjangkan IDE dengan MENULIS

(Karya para Ibu Rumah Tangga yang menulis buku)

Suatu ketika saya bertemu dengan seorang teman kerja di Batam, saya pernah di Batam tahun 2004an.  Pertanyaan pertama dia, “masih suka bikin ide? Gile ide lo kagak pernah abis.”  Ternyata yang diingat dia ide-ide saya. 
Alangkah menyenangkan apabila orang-orang selalu mengingat ide dan gagasan kita.  Gagasan yang menurut kita kecil namun ternyata berarti bagi orang lain.  Namun, tahukah Anda bahwa kekuatan ide dan gagasan akan lebih dahsyat jika dituangkan dalam bentuk tulisan? 
Dengan bahasa tulisan, orang dapat lebih mengerti dan mengingat apa yang menjadi ide kita, ketimbang kita mengungkapkannya secara lisan.   
Selain itu, selama ide belum dituangkan menjadi suatu konsep dalam bentuk tulisan, maka ide tersebut masih berada dalam pikiran yang umurnya hanya sementara.  Ya, hanya sepanjang umur si pemilik pikiran saja.
Dengan bahasa tulisan, walaupun kita sudah tidak ada di muka bumi ini ide dan gagasan kita akan tetap ada.  Pramoedya Ananta Toer pernah berujar, “Bila umurmu tak sepanjang umur dunia, maka sambunglah dengan tulisan.”
Ya, menulis membuat umur kita bisa melebihi batas yang sudah digariskan oleh Sang Pencipta.  Sungguh membahagiakan bila kelak cucu dan cicit kita akan tetap mengenal  dan mengenang ide-ide dan tulisan kita melalui tulisan-tulisan ataupun buku-buku yang kita hasilkan.
Untuk dikenang Anda tak perlu menjadi penulis yang menghasilkan buku-buku best seller.  Karena tidak berarti jika buku Anda bukan kategori best seller maka Anda bukan penulis yang sukses.
Sukses itu adalah ketika Anda tak pernah berhenti untuk BELAJAR.  Belajar untuk menulis dengan hati, menulis dengan penuh kegembiraan.  Menulis dengan menjauhi kebencian.  KEBENCIAN itu hanya akan membutakan langkah kita sebagai penulis. 

Buku yang ditulis oleh penulis yang selalu merasa BAHAGIA akan terasa lebih tulus isinya, sehingga penulis tersebut akan selalu dikenang.  Gagasan dan ide-ide kita akan selalu diingat sampai kapanpun, tulisan kita akan tetap hidup melintasi berbagai batas ruang dan waktu.

No comments: