19 April 2016

Menulis Untuk Rasa Bahagia




Penulis adalah profesi yang bisa dilakukan siapa saja, dari latar belakang apa saja dan berada di mana saja.  Menulis bisa menjadi alat dokumentasi kegiatan kita, menulis juga  bisa menjadi tempat kita berbagi kisah dan pengalaman.   Pengalaman masa kecil kita misalnya, pengalaman yang selalu layak untuk selalu dikenang.  Bukankah di sana kita akan menemukan perbedaan dengan kehidupan kita sekarang? Tulisan menjadi sejarah masa lalu dan akan membingkai masa depan.
Selain untuk berproses menuju ke arah yang lebih baik, tahukah Anda bahwa menulis juga bisa jadi sarana terapi jiwa?  Hal ini dialami oleh mereka yang menjadi peserta penyuluhan perempuan dengan memberikan pelatihan menulis di sekitar lokasi kantor Indscript dan Sekolah Perempuan saya menemui beberapa orang peserta.
“Ada perbaikan dalam keluarga, ibu-ibu?” tanya saya
Alhamdulillah dengan aktivitas baru menulis sebagai terapi ternyata para ibu merasa banyak perbaikan dalam keluarga, salah satunya cara berkomunikasi dengan anak dan meningkatnya produktivitas sebagai ibu rumah tangga. 
Menulis untuk berbagi manfaat tanpa disadari dapat menjadi terapi stres yang sangat ampuh bagi setiap orang. 
Menulislah dengan bahagia, lepaskan stres dengan menulis.
Seorang penulis yang memunculkan kebahagiaan dalam tiap tulisannya akan membuat dirinya juga bahagia. Menulislah sebagai salah satu sarana menasihati diri sendiri.  Menasihati kita untuk tetap bahagia.
Nah, sudah siap terbebas dari stres dengan menulis?


No comments: