24 August 2015

Mengunci Amarah


Manusia, memiliki tingkat ego yang sungguh tinggi
Maka benar adanya kalau salah satu hal yang paling sulit dikendalikan adalah amarah, sebab amarah terkait dengan ego
Lalu saya ditanya, "Teteh kenapa jarang marah? Saya lihat kalau ada masalah dengan seseorang teteh mah kalem aja." Tanyanya
Saya bilang, "Saya juga marah, tapi saya endapkan dulu sejenak. Kira-kira kalau saya balik marah, untungnya apa ya? Justru lebih banyak rugi dibandingkan untung. Ruginya jelas kelihatan sekali: saya jadi tidak bahagia, mendendam, selalu tidak tenang, dan wajah jadi suram." Sahut saya
"Tapi kan, kalau kita dimarah-marahin apa kita harus diam?" Tanyanya
"Jawab saja yang paling realistis untuk dijawab, tapi tak perlu balik marah." Jawab saya


Satu orang yang sangat berperan dalam pengendalian marah saya adalah suami, beliau suka bilang begini setiap saya merasa marah. "Silakan kamu hitung, berapa persen yang membuat kamu marah. Saya yakin tidak sampai 1% saja, 99% kamu dikelilingi oleh orang-orang yang membuat kamu merasa nyaman. Teman-temanmu kebanyakan orang yang baik. Percayalah. Jadi, untuk apa menghabiskan energi untuk 1% orang yang membuat kamu tidak nyaman? Melangkah saja...." Ujarnya

Tidak mudah mengunci amarah, tapi pasti kita semua bisa sebab jauh lebih banyak orang yang suka damai daripada peperangan, bukan?

No comments: