06 July 2015

A m a r a h


"Teh, apakah teteh nggak pernah marah? saya lihat kalau ada masalah teteh lebih banyak senyum atau nggak mau nanggepin kemarahan, hanya diam." Tanya seseorang

Saya tertawa dengan pertanyaannya. Manusiawi kalau manusia marah, saya juga kadang marah tapi saya mencoba marah tidak membabi buta, atau menggunakan segala cara untuk mengungkapkan kemarahan.
Kalau lagi marah saya diskusi dengan suami, "kira-kira saya musti gimana ya?" Dan biasanya suami memberi saran pada saya.

Jujur, saya sendiri belajar menahan marah setelah banyak belajar dari suami. Menuju 8 tahun menikah suami tak pernah sekalipun marah pada saya, saya kemudian yang bertanya, "Ayah, pernahkah merasa marah pada saya?" Beliau menjawab dengan lugas, "merasa marah pernah, tapi tak perlu jadi marah kan?"
Kalau sudah begitu, saya kan yang jadi malu kalau marah-marah?

No comments: