15 May 2015

Menulis, Sebuah Cara Memahat Cerita


Hari ini saya kedatangan tamu, bukan tamu baru tapi tamu yang konsisten berkunjung untuk berbagi cerita di dunia bisnis dan penulisan yaitu Ummi Aleeya.
Perkenalan kami berawal di Sekolah Perempuan (SP), ketika Ummi yang seorang single parent mendapatkan beasiswa dari SP untuk belajar menulis buku selama 3 bulan dan kini beliau sedang menunggu buku pertamanya terbit mengenai bisnis daycare.
Ya, bisnis daycare merupakan bisnis yang beliau jalankan sebelumnya.

"Daycare saya belum maksimal, teh. Belum banyak yang menitipkan anaknya di daycare saya, padahal kami memiliki pola didik dan asuh yang berbeda." Ujarnya suatu kali, di bulan awal kami kenalan.
Tapi kini, hem, jangan ditanya. Ummi sudah merasakan dampak skill menulis untuk mendorong pertumbuhan bisnis. Saran saya waktu itu hanya satu, "tuliskan tentang daycare melalui cerita di status Ummi. Biarkan orang lebih banyak tahu tentang daycare Ummi, lebih banyak, dan lebih banyak tanpa membuat mereka merasa diiklankan oleh Ummi." Daaan Ummi adalah salah satu perempuan yang suka belajar dan selalu mau mengaplikasikan setiap ilmu yang didapatkan. Daycarenya terus berkembang, bahkan kini beliau dengan percaya diri membagikan ilmu di daycarenya untuk perempuan lain yang terpikir berbisnis daycare. Luar biasa!


Hari ini kami bertemu kembali, setengah menguap karena saya benar-benar baru bangun tidur bersama di kecil :)
Kami bicara, diskusi, dan sharing tentang dunia bisnis dan penulisan yang memikat hati kami berdua. "Tapi teh, kadang saya bingung mau menulis apa loh," ujarnya. Saya menjawab, "jika menulis dikaitkan dengan keseharian kita, saya rasa kita tidak akan kehabisan materi menulis."


Menulis, sebuah cara memahat cerita dan mendorong bisnis Anda.

No comments: