10 January 2015

[RELIGI] Belanja Makanan untuk "Hati"

@ La Mecque, Saudi Arabia
Sebelum saya berangkat ke tanah suci, suami berpesan, "berhati-hatilah dengan keinginan berbelanja. Tugas bunda disana ibadah." Ujarnya. Saya menganggukkan kepala. Dan tidak mudah mengawal nafsu belanja disini, dimana sepanjang mata memandang pusat perbelanjaan tersaji dengan indahnya.
Baiklah, tugas saya disini memang "berbelanja hati" mengenyangkan hati dengan santapan-santapan bergizi untuk hidup lebih baik.

Namun, tidak mudah! Meski saya tertampar berkali-kali dengan kebiasaan luar biasa disini yang membuat saya malu karena tidak melakukan hal yang sama. Namun, kerapkali godaan merasa "Biar Allah yang Menilai" kadang terbersit. Godaan seperti itu kadang membuat kita merasa benar dengwn langkah yang dijalankan. Saya berjuang membuat bisikan itu terdepak sejauh-jauhnya dari dalam diri. Belajarlah! Tegas saya pada diri sendiri. Bukankah tidak ada sesuatupun yang kita temui tanpa sembulan makna?

Saya teringat obrolan dengan suami, "jadikan masalah itu sebagai teguran, bukan cobaan. Dengan merasa teguran, kita akan lebih cepat introspeksi diri dan memperbaiki langkah." Ujar beliau.
Disini, belanja makanan untuk hati sangat banyak. Tinggal kitalah yang bijak untuk menjadikannya bahan renungan untuk langkah lebih baik.


No comments: