10 January 2015

Allah Menampar Saya Berkali-kali


Pengalaman di setiap jengkal perjalanan umroh kali ini menyisakan sejarah yang terpahat di kepala. Sejarah yang layak terulang jika kelak saya insya Allah kembali ke Indonesia esok hari.

Beberapa yang saya rekam adalah seperti menyempurnakan hijab. Ada begitu banyak perempuan disini dengan hijab yang amat sempurna. Tak ada lekuk tubuh yang terlihat dengan jilbab yang terulur hingga ke mata kaki, hingga akhirnya beberapa sahabat yang biasa membuat hijab syari langsung saya hubungi, "apakah bisa membuat hijab terulur hingga ke mata kaki? Bahkan hampir menyerupai pakaian?" Tanya saya. Diantara mereka akhirnya sanggup membuatkan. Menyempurnakan hijab menjadi salah satu rekaman yang terjadi di tahun 2013 lalu. Ketika saya mengganti jilbab menjadi hijab syari akibat kecelakaan satu keluarga yang kami alami. Saya menjadi berpikir, "saya ingin mati dengan hijab yang benar." Dan kali ini, saya kembali ingin membenahi hijab ini. Subhanallah, Allah membuat saya terus berpikir setiap saat, sehingga saya terus mencari cara membenahi diri.

Renungan kedua adalah waktu shalat yang kadang tergeser oleh aktivitas atau kesibukan, disini saya bagai ditampar. Seluruh aktivitas bisnis terhenti saat adzan, semua pedagang meminta izin menutup toko karena hendak ke mesjid. Saya yang sedang berada di toko bertanya ke teman, "sudah waktunya sholat? Belum adzan." Tanya saya. Teman saya bilang, "mereka persiapan beberapa waktu menjelang adzan." Subhanallah, saya maluuuu...dengan tekad kuat, semoga kembali ke Indonesia, ketika adzan tiba, seluruh karyawan akan shalat berjamaah. Bismillah ya Allah...


Siang tadi...dari hotel saya diminta mertua melihat ke kaca jendela kamar, "lihat, mereka menunaikan shalat jum'at di jalanan. Mobil berhenti, mereka berjamaah menunaikan sholat." Ujar mertua. Saya memandang ke jalan. Allah menampar saya kembali, ya Allah, saatnya menyempurnakan shalat. Dimanapun dan kapanpun.

Ada begitu banyak cerita yang kelak akan saya urai sebagai hadiah bagi Anda, betapa disini Allah menampar saya berkali-kali dan membuat saya berpikir kembali untuk menyempurnakan langkah yang benar sesuai dengan petunjukNya.

‪#‎kisahketanahsuci5‬

1 comment:

Sri Muliana said...

Semoga dimudahkan dan istiqomah mbak Indari atas penyempurnaan hijabnya.
Blognya punya rumah baru :)