19 January 2010

Hidup dengan Prasangka Positif!


Perjalanan hidup saya tidak mulus. Bahkan sangat berliku. Bahkan saya takjub sendiri dengan berbagai persoalan yang menghimpit, saya masih bisa bertahan hingga sekarang. Persoalan bukan saya menyangkut diri sendiri, tapi dari berbagai hal lainnya, mulai dari persoalan pekerjaan, persoalan keluarga, hingga persoalan remeh temeh yang datang tak diundang.
Jika saya berhasil mencatatkan seluruh persoalan hidup saya, mungkin tidak cukup dengan novel setebal 500 halaman. So complicated!
Bersyukur, atas setiap persoalan yang saya alami, saya tidak pernah fokus pada persoalan itu, saya selalu fokus pada solusi memecahkan persoalan. Ya, sebagai manusia saya juga merasa berat dengan berbagai persoalan itu, bahkan tak jarang saya menangis. Tapi, setelah itu saya kembali tegar berdiri dan kembali pada PRASANGKA POSITIF.
Saya menyakini prasangka positif akan membantu saya untuk menjemput apa yang saya prasangkakan. Ketika saya sedang berada pada sebuah tekanan atasan, prasangka positif saya adalah saat itu atasan sedang memiliki masalah pribadi dan semuanya akan baik-baik saja. Ketika saya sedang putus cinta maka prasangka positif saya adalah bahwa saya dan dia mungkin tidak cocok dan saya yakin saya akan menemukan pendamping yang lebih baik. Ketika dengan sengaja ada yang menghina saya, maka prasangka positif saya adalah bahwa mungkin dia sedang marah, sehingga tidak tahu bahwa yang dia katakan menyakiti saya. Ketika saya menemukan keganjilan pada orang lain, maka prasangka positif saya adalah setiap orang memiliki keunikan tersendiri. Ketika keluarga kami ditimpa badai kesulitan, maka prasangka positif saya adalah keadaan ini tidak akan bertahan lama karena kami selalu mengusahakan untuk hidup yang lebih baik.
Sejujurnya, pernah juga saya menyadari bahwa prasangka negatif begitu kuatnya dalam pikiran, misalnya ketika saya sedang cemburu, saya sedang dipojokkan, saya diadudombakan, dan berbagai hal lainnya yang membuat prasangka positif saya dikalahkan oleh rasa sakit hati. Saya juga syukuri hal itu, ketika prasangka buruk datang maka artinya saya harus belajar sekuat tenaga untuk mengalihkannya pada prasangka positif, dan ini bukan persoalan gampang. Tapi, saya tidak mau kalah pada prasangka negatif karena bisa prasangka negatif ternyata hanya membuat diri semakin sakit dan tertekan. 
Kembali, saya mengingat pada berbagai kemenangan yang saya peroleh karena prasangka positif. Prasangka positif mengantarkan kita pada kenyataan terbaik yang kita inginkan. Lantas, bagaimana mengolah prasangka negatif menjadi prasangka positif?
1. Jangan biarkan diri Anda tersiksa
Semua orang ingin bahagia dan sumber kebahagiaan itu ternyata dari diri Anda sendiri. Jangan biarkan Anda tidak bahagia hanya karena kerikil-kerikil di depan Anda, jika Anda terlalu berprasangka buruk pada setiap hal sudah pasti Anda tidak akan bahagia. Banyak keluhan yang akhirnya keluar dari mulut Anda, dan sudah bisa dibayangkan betapa tersiksanya hati Anda. Apakah itu yang Anda inginkan? Tentu tidak bukan? Kalau begitu mulailah berprasangka positif pada setiap hal karena artinya Anda melepaskan diri dari siksaan hati.
2. Kuatkan keyakinan diri
Kuatkan keyakinan diri Anda bahwa hidup Anda, langkah Anda, dan siapapun Anda berguna. Anda memiliki kewajiban untuk menghargai setiap inci tubuh Anda, menghargai setiap pemikiran diri, dan menghargai setiap argumentasi yang diberikan pada Anda dengan penuh keyakinan bahwa itulah yang terbaik. Ketika Anda mendapatkan hentakan yang menyurutkan semangat, kembalilah melangkah dengan keyakinan diri. Dengan kekuatan keyakinan diri maka prasangka positif akan berjalan beriringan. Ketika ada yang menghina Anda maka prasangka positif Anda adalah dia tidak tahu siapa Anda. 
3. Tingkatkan percaya diri
Kerapkali prasangka negatif hadir karena Anda kurang percaya diri. Misalnya, Anda kurang percaya diri dengan salah satu bagian tubuh Anda, ketika ada yang memperhatikan Anda, Anda langsung berprasangka negatif bahwa orang itu sedang melecehkan bagian tubuh Anda dan tentu ini akan mengusik Anda. Padahal? Jika prasangka positif Anda yang muncul Anda bisa menyimpulkan bahwa tidak ada masalah dengan Anda, bahkan mungkin orang itu merasa Anda istimewa dan dengan prasangka positif Anda tetap merasa nyaman.
4. Teruslah belajar
Jangan berhenti belajar mengasah prasangka. Mulailah menata prasangka-prasangka negatif menjadi prasangka-prasangka positif yang membuat hidup Anda lebih baik.
Manfaat Prasangka Positif:
1. Berserinya wajah Anda
Orang yang memiliki prasangka positif akan selalu tampil dengan senyum. Wajahnya selalu memikat siapa saja. Mungkin saja dia tidak cantik atau tampan tapi wajahnya yang berseri sungguh sedap dipandang. 
2. Nyamannya Hati Anda
Kalau prasangka positif sudah sedemikian kentalnya dalam pikiran Anda maka bisa dipastikan kenyamanan hidup jadi milik Anda. Anda tidak akan terganggu dengan remeh temeh persoalan dalam hidup Anda, Anda sangat menikmati hidup Anda apapun adanya. Sungguh nyaman hati Anda!
3. Memperluas Shilaturahmi
Prasangka-prasangka positif menghadirkan banyak sahabat di samping Anda, mereka nyaman berada di dekat Anda, bahkan mereka akan terkontaminasi aura positif Anda. Kenyamanan orang di dekat Anda akan menarik mereka untuk setia pada Anda bahkan mereka tidak canggung mengenalkan Anda pada sahabat mereka. Sudah pasti, shilaturahmi Anda akan sedemikian luasnya.
4. Tercapainya keinginan Anda
Prasangka positif akan membawa Anda pada kenyataan yang Anda inginkan. Allah akan mengabulkan setiap prasangka umatNya, jika prasangka Anda buruk maka buruk pula hasilnya, jika prasangka Anda baik, maka kebaikan yang dicapai
Nah, selamat berprasangka positif dan dapatkan hasil yang luar biasa untuk Anda yang luar biasa!





3 comments:

Blog Inspirasi said...

artikel yg memberi inspirasi...
saya akan belajar utk menerapkan berprasangka positif... :)

arief said...

Artikelnya baguus..

Rini Uzegan said...

Nice Post.. :)