09 December 2009

Kreatif Memulai Bisnis!

Bisa dikatakan Indonesia mendapatkan “berkah” dari krisis ekonomi di tahun 1998. Karena, sejak krisis mengguncang Indonesia tahun itu, muncullah para entrepreneur muda ke area bisnis dengan mengandalkan ide segar dan kreativitas. Fenomena ini sedikit demi sedikit mematahkan anggapan bahwa seorang pebisnis yang sukses hanya milik orang dengan usia matang dan mapan. Ini artinya, semakin hari semakin terbuka lebar kesempatan untuk kita, yang muda-muda ini, untuk melejitkan potensi dan berkiprah dalam dunia bisnis serta mereguk kesuksesan dari sana. 

Tentu Anda masih ingat, krisis moneter itu telah mengakibatkan terjadinya PHK di banyak perusahaan besar sehingga membuat pengangguran meningkat tajam. Dampak negatif tentu ada, salah satunya angka kriminalitas merangkak naik dengan pasti. Tapi, dampak positif pun tak kalah hebat. Dalam keadaan terdesak, banyak orang memutar otak dan menggali keberanian untuk tetap berjuang mempertahankan hidup dalam kondisi rumit, secara sosial dan ekonomi. Kondisi terdesak ini memunculkan keberanian, kreativitas, dan perhitungan yang tepat dalam berbisnis, sekaligus membuat mereka jauh lebih sukses dibanding sebelum krisis moneter melanda. Luar biasa!

Perkembangan entrepreneur muda di Indonesia memang sangat signifikan dan tidak bisa dipandang dengan sebelah mata. Mau bukti? Bulan September 2009 kemarin, Indonesia berhasil mendominasi finalis Asia’s Best Young Enterpreneurs 2009. Dari 25 finalis yang terpilih berdasarkan pilihan pembaca majalah Busnisweek dan para editornya, dari Indonesia keluar sembilan nama pengusaha muda dengan umur mulai dari 19 tahun. 

Maka, menilik krisis moneter dengan dampak positif yang dahsyat ini, selayaknya bisa menjadi inspirasi bagi semua orang bahwa sukses milik siapa saja. Anda, saya, dan kita semua bisa menjemput kesuksesan. Bahkan, dari latar belakang yang paling buruk sekalipun, asal ada kemauan yang kuat untuk mendorong langkah positif dan mencapai puncak kesuksesan. Kesuksesan bisa berasal dari segala yang minim, bisnis bisa yang berawal dari modal yang mungkin hanya cukup untuk makan satu bulan, dan banyak entrepreneur mengawali bisnis dari kreativitas, bukan dari jumlah rupiahnya.

Hem…, kalau sudah begini, apa ya rahasia kesuksesan mereka? Berikut saya paparkan sukses bisnis yang berawal dari modal minim, bahkan minim sekali.


1. Pilihlah Bisnis Anda

Sebaiknya Anda tidak perlu susah-susah mencari bisnis yang paling cocok untuk Anda. Rahasianya hanya dua; Pasarnya ada dan Anda mampu memasuki pasar.

Pasarnya Ada

Sah-sah saja, Anda melakukan riset kecil-kecilan sebelum memilih terjun di bisnis apa. Bisnis yang paling mungkin Anda masuki adalah bisnis di mana pasar sudah menanti produk atau produk yang kemungkinan Anda keluarkan adalah produk yang dibutuhkan pasar. Misalnya saja, Anda sudah kenal dengan banyak pedagang ayam goreng, maka artinya Anda bisa saja memasok ayam ke warung-warung mereka.

Anda Mampu Memasuki Pasar

Kembali ke pasar yang ada, maka Anda harus mulai memikirkan apakah Anda mampu memasuki pasar itu. Okelah, Anda kenal dengan pedagang ayam goreng, tapi Anda sudah mampu meyakinkan mereka untuk membeli ayam kepada Anda? Jika jawabannya sudah, maka bersiaplah berbisnis ayam.


2. Maksimalkan aset yang dimiliki

Jangan melihat apa yang orang lain miliki dalam membangun bisnisnya, yang Anda harus lihat adalah apa yang Anda miliki saat ini. Tidak perlu berkecil hati dengan minimnya aset yang dimiliki, karena sekecil apa pun itu bisa jadi modal yang bagus.

Nah, apa yang Anda miliki sekarang? Jika Anda suka menulis, Anda bisa mengembangkan keterampilan ini di bidang kepenulisan dan perbukuan. Well, sementara ini Anda memang hanya memiliki aset seperangkat komputer ‘kuno’. Tetapi, jika Anda bisa membuat komputer Anda produktif, dalam jangka waktu tak lama Anda sudah bisa menggantinya dengan laptop tercanggih.

Intinya adalah maksimalkan aset yang dimiliki, tak perlu memaksakan menambah modal awal. Konsep ekonomi harus dipakai “Modal minimal, keuntungan maksimal”. 

Aset minimal tidak perlu membuat Anda berkecil hati. Justru itu harus menyemangati Anda memperkuat sisi lain yang bisa membuat bisnis Anda berkembang.

Kebanyakan calon pebisnis resah dengan bekal modal atau malah nekat meminjam sejumlah uang ke bank untuk melengkapi semua fasilitas yang diyakini merupakan faktor penting dalam berjalannya perusahaan. Sayangnya mereka kurang memikirkan faktor lain yang lebih penting dalam menjalankan perusahaan, yaitu kreativitas dalam mengemas bisnisnya. Kerapkali fasilitas yang berlimpah dari awal melunakkan kegigihan dalam berusaha. Motivasi untuk mengembangkan perusahaan tidak tidak sekuat jika memulai bisnis benar-benar dari nol.


3. Promosikan diri dan bisnis Anda!

Promosi bagi sebuah usaha merupakan panah terdepan yang sangat menentukan berkembang atau tidaknya sebuah usaha, laku dan tidaknya suatu produk, dikenal atau tidaknya sebuah produk yang ditawarkan ke pasar. Meskipun produk suatu usaha yang dihasilkan sangat bagus, tetapi jika tidak ditunjang oleh promosi yang andal, tentu perkembangan serta penguasaan pasarnya tidak akan tercapai dengan maksimal. Lantas, bagaimana pola promosi untuk pebisnis awal? 

a. Buatlah pola promosi yang efektif

Di sinilah diperlukan kejelian dan ketepatan. Pembacaan keadaan pasar yang tepat sangat dibutuhkan untuk dapat melahirkan sebuah promosi yang efektif. Tentu saja promosi yang efektif ini hanya akan bisa dicapai jika kita rajin turun ke pasar mengadakan survei dan mengikuti perkembangan keadaan pasar dengan seksama.

b. Buatlah data base calon konsumen Anda

Coba lihat friendlist Anda di Facebook, catatan nomor telepon kawan lama, dan kartu nama yang sudah Anda simpan hingga berdebu. Bisa jadi, merekalah prospek cerah untuk bisnis Anda. 

c. Percaya diri dan optimis

Sifat yang harus dimiliki oleh seorang pebisnis adalah percaya diri dan optimis. Kalau pebisnis saja sebagai pemberi penawaran tidak percaya diri dengan produk yang ditawarkan, bagaimana bisa meyakinkan orang lain untuk menerima penawaran kita. Perasaan optimis penawaran kita mendapat feedback positif dan berhasil akan memancarkan aura persuasif yang tinggi bagi calon konsumen.

d. Out of the box 

Berani menciptakan inovasi baru, yaitu tidak hanya menawarkan produk dengan cara yang sudah pakem (ada) selama ini, tapi menciptakan cara penawaran baru yang kreatif dan tepat sasaran. Salah satu cara untuk menciptakan pola promosi out of the box adalah Anda harus mengetahui dengan pasti apa yang dilakukan oleh usaha-usaha sejenis dalam mempromosikan produknya. Gunakan ATM alias Ambil, Tiru, dan Modifikasi. Nah, sudah siap mengintai?


4. Selalu menganggap kritik sebagai hal positif untuk pengembangan diri

Bisnis baru, apalagi menggunakan metode out of box dalam penawarannya pasti akan mengundang banyak kontroversi. Mulai dari yang kagum dengan ide cerdas yang dilahirkan, sampai ada yang menghujat karena dianggap menyalahi pakem. Seorang calon entrepreneur muda yang sukses tidak akan menyerah karena kritik yang datang, justru mereka akan menggunakan kritik sebagai perbaikan. Mulailah jeli untuk menyaring kritik postif sebagai alat untuk menyempurnakan langkah dan membuang ke tong sampah kritik negatif yang hanya mematikan langkah.

Yang harus diasah oleh pebisnis awal adalah kekuatan mental untuk bersaing dengan ‘senior’ di lapangan, dan jangan cepat mundur dari ‘pertarungan’ bisnis hanya karena ejekan yang menjatuhkan.


5. Menjadikan hambatan sebagai pemicu 

Orang-orang sukses melewati tahap sulit dalam perjalanan bisnisnya. Jadi, kalau ingin sukses, jangan takut dengan hambatan. Hambatan adalah kawah candradimuka, salah satu ajang penggodokan, untuk menjadi entrepreneur yang sukses. Hambatan bisa berupa apa saja, mulai dari tekanan secara moral maupun moril. Tapi, keduanya merupakan pemicu untuk mempercepat kesuksesan di genggaman Anda.


6. Memperluas dan menjaga jaringan

Perluasan jaringan harus dilakukan dari awal atau, jika perlu, sebelum hard launching dilakukan jaringan sudah terbangun. Bahkan, jauh hari sebelum soft launching. Apa pun jenis usaha Anda, jangan lupa mempersiapkan jaringan sedini mungkin. Jika pasar sudah siap, lebih gampang untuk menawarkan produk. Daripada fokus pada maintenance produk dan lambat pada pencarian jaringan atau pasar yang dituju. 


7. Menjaga jaringan 

Setelah jaringan telah Anda kuasai, jangan lupa menjaganya. Anda sudah berada dalam lingkaran persaingan yang bergerak sangat cepat dan super inovatif, sehingga satu dan lain hal bisa membuat jaringan Anda berpaling hati. Kuncinya selain Anda selalu menjaga jaringan dengan pelayanan yang profesional, Anda bisa menjaga hubungan semi formal dengan apik agar keduanya yaitu profesional dan pertemanan bisa berjalan harmonis. Kalau sudah begitu hubungan bisnis Anda bisa bertahan selamanya.


8. Upgrade terus Sumber Daya Manusia pendukungnya

Akhirnya bisnis Anda berkembang, ini artinya Anda membutuhkan bantuan orang lain dalam mengelola bisnis Anda. Nah, carilah SDM yang bisa seirama dengan langkah Anda. Anda harus mendidik partner Anda untuk bisa menjaga bisnis Anda dengan baik. Lakukan pendelegasian dengan baik, turunkan skill Anda dengan terarah, dan buatlah SDM Anda sekompeten Anda. Kalau sudah begini, apalagi yang kurang. Bisnis yang Anda bangun akan terus beranjak naik dengan pasti.

Kalau sudah begini, Anda semakin yakin bukan modal untuk menjadi pebisnis bukan dari modal besar, tetapi semua bergantung pada diri Anda! Salam Entrepreneur![im]
(artikel ini dimuat di http://www.andaluarbiasa.com/kreatif-memulai-bisnis)

1 comment:

Mari Bisnis Yuk said...

Saya kurang percaya diri dengan bisnis yang mau dilakoni saat ini. Mohon tips dahsyatnya..!!